CIREBON — DPMPTSP Kota Cirebon menjadikan lomba konten Reels Instagram sebagai kanal baru untuk menyebarluaskan informasi layanan perizinan dan potensi daerah. Ajang ini juga menjadi ruang partisipasi warga, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga kreator konten, untuk terlibat langsung dalam kampanye pelayanan publik.
Plt. Kepala DPMPTSP Kota Cirebon Icip Suryadi menyebut perubahan pola komunikasi masyarakat menjadi alasan utama adaptasi ini. Menurutnya, informasi layanan seperti keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) belum menjangkau seluruh lapisan warga.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo memberikan catatan penting di tengah euforia kompetisi. Ia menegaskan bahwa video promosi yang menarik tidak akan berarti jika kualitas pelayanan di lapangan tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan.
"Yang paling penting, pelayanan yang kita tampilkan harus sesuai dengan apa yang masyarakat rasakan. Jangan sampai videonya sudah bagus, tetapi ketika masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, kenyataannya berbeda," ujar Edo di hadapan para peserta.
Edo meminta seluruh perangkat daerah, khususnya jajaran DPMPTSP, untuk terus meningkatkan standar pelayanan prima. Ia menekankan bahwa MPP Kota Cirebon harus semakin dikenal sebagai tempat pengurusan layanan yang cepat dan mudah, bukan hanya lewat unggahan media sosial, tetapi juga dari pengalaman langsung warga.
Panitia menetapkan empat kategori penghargaan dalam lomba ini, yakni Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan Juara Favorit. Tema yang dilombakan mencakup pelayanan prima DPMPTSP, potensi investasi Kota Cirebon, serta visi dan misi SETARA.
Icip menilai antusiasme peserta sangat tinggi, terutama dari kalangan pelajar. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi ini menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan videografi dan komunikasi visual.
"Kami melihat banyak peserta, terutama adik-adik pelajar, yang menghasilkan karya-karya kreatif. Tidak ada karya yang sia-sia. Setiap karya yang dibuat telah menjadi bagian dari upaya mengenalkan pelayanan publik kepada masyarakat," kata Icip.
Bagi peserta yang belum berhasil memenangkan lomba, Icip meminta mereka untuk terus berkarya dan menghadirkan ide-ide baru. Ia menilai setiap konten yang diproduksi memiliki peran dalam menyebarkan informasi pembangunan dan layanan di Kota Cirebon.