BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambah layanan baru di aplikasi Sapawarga bernama Imah Aing. Fitur ini dirancang untuk menjaring warga yang membutuhkan hunian layak, menyusul integrasi berbagai layanan publik lain dalam satu genggaman.
Berdasarkan data portal Open Data Jabar, adopsi aplikasi ini masih timpang. Kota Bandung memimpin jumlah pengguna, disusul Kabupaten Bandung, sementara daerah lain belum banyak memanfaatkannya.
Alih-alih mengunduh banyak aplikasi, warga cukup memakai Sapawarga untuk mengakses layanan administrasi hingga hiburan. Sistemnya terintegrasi dan diklaim ramah pengguna.
Fitur wisata menjadi salah satu yang paling dicari. Warga dapat memesan tiket atau melihat informasi sejumlah tempat tanpa antre di loket.
Destinasi yang tersambung meliputi Masjid Raya Al Jabbar, Museum Sri Baduga, Taman Hutan Raya, Wisata Bahari Pangandaran, hingga Sari Ater Hot Spring. Ada pula Waduk Darma, Situ Gede Tasik, dan Pelabuhan Perikanan Jayanti.
Proses aktivasi akun berlangsung singkat. Pengguna cukup menyiapkan alamat email aktif dan nomor KTP.
Langkahnya dimulai dengan mengunduh Sapawarga dari Google Play Store atau App Store, lalu masuk ke menu profil dan memilih Buat Akun. Setelah mengisi data diri sesuai KTP dan membuat kata sandi, verifikasi dilakukan lewat tautan yang dikirim ke email.
Akun langsung aktif setelah tautan verifikasi diklik. Seluruh fitur, termasuk Imah Aing dan pembayaran pajak, sudah bisa diakses.
Fitur ini telah dirilis dan bisa langsung digunakan oleh masyarakat yang memenuhi kriteria. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kuota atau mekanisme seleksi penerima manfaat.
Pemprov Jabar menyebut pengaduan warga tetap menjadi prioritas. Kanal aspirasi seperti laporan perundungan siswa dan aduan warga terus dikembangkan agar responsnya lebih cepat.