PURWAKARTA — Rapat koordinasi yang digelar di Aula Janaka Pemda Purwakarta, Jalan Gandanegara, Kelurahan Nagri Kidul, itu melibatkan institusi lintas sektoral serta perwakilan masyarakat. Hasilnya, sejumlah lokasi yang selama ini masuk kategori rawan tindak kejahatan dan rawan laka lantas menjadi prioritas utama pemasangan kamera pengawas.
Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari penguatan pelayanan publik. "Pemasangan CCTV di titik rawan diharapkan dapat memperkuat pemantauan, baik terhadap situasi lalu lintas maupun keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi saja tidak cukup tanpa dukungan kesadaran masyarakat. "Namun teknologi tetap harus didukung oleh kesadaran masyarakat dan sinergi seluruh pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal," kata Tini.
Langkah Polres Purwakarta ini mendapat sorotan lantaran dinilai lebih responsif dibandingkan pemerintah kabupaten. Dalam FGD tersebut, Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humasnya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk menentukan titik-titik prioritas berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
"Tujuan akhirnya adalah menciptakan ruang publik yang lebih aman dan nyaman. Ketika lalu lintas tertib dan keamanan terjaga, aktivitas masyarakat juga dapat berjalan dengan lebih baik," tambah IPTU Tini Yutini.
Penentuan lokasi tidak dilakukan sembarangan. Polres Purwakarta dan FKLLAJ memetakan sejumlah variabel, mulai dari frekuensi kecelakaan, catatan kejadian kriminalitas, hingga minimnya penerangan jalan di jam-jam tertentu. Titik-titik yang memiliki potensi gangguan keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengadaan kamera ini.
Kesepakatan ini sejalan dengan program Jaga Rawat Jawa Barat yang mengusung semangat menjaga keselamatan, merawat ketertiban, dan membangun keamanan melalui kolaborasi antarinstansi.
Pasca-FGD, Polres Purwakarta diharapkan segera merampungkan kajian teknis dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pendanaan serta pemeliharaan. Meski belum dirinci secara spesifik jumlah unit yang akan dipasang, keputusan ini menjadi sinyal positif bagi warga Purwakarta yang selama ini mengeluhkan minimnya pengawasan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman.
Keterlibatan warga dalam forum ini menjadi catatan penting agar hasil pemasangan CCTV nantinya benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif semata.