Perum Perhutani BKPH Lembang Perkuat Patroli dan Edukasi Cegah Karhutla Saat Kemarau, Pendaki hingga Pencari Rumput Jadi Sasaran

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 02 September 2026 | 15:25:01 WIB
Petugas Perhutani BKPH Lembang berpatroli bersama Forkopimcam dan LMDH untuk mencegah kebakaran hutan di kawasan perbatasan Cisarua-Lembang.

BANDUNG BARAT — Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memperkuat patroli dan edukasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. Langkah ini menyasar warga yang beraktivitas di dalam hutan, dari pendaki hingga masyarakat yang mencari rumput untuk pakan ternak.

Patroli digelar bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), polisi hutan, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Tim juga memasang spanduk imbauan di sejumlah titik yang kerap dilalui masyarakat.

Edukasi Menyasar Pendaki dan Pencari Rumput

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lembang Cucu Supriatna mengatakan, sosialisasi menyasar dua kelompok utama: pendaki dan warga yang mencari rumput di kawasan hutan. Sebagian peternak di sekitar wilayah itu mulai kesulitan memperoleh pakan hijau akibat musim kemarau.

"Kami juga pasang spanduk imbauan sama edukasi terkait antisipasi kebakaran di musim kemarau ini, termasuk ke pendaki sama warga yang cari rumput ke hutan," kata Cucu di Bandung Barat, Rabu.

Ia mengingatkan agar masyarakat memastikan api benar-benar padam setelah memasak air atau membuat kopi di dalam kawasan hutan. Bara yang tersisa di tanah kering bisa dengan cepat menyala ketika terkena hembusan angin.

Wilayah Perbatasan Cisarua-Lembang Rawan Terbakar

Hasil identifikasi BKPH Lembang menunjukkan kawasan perbatasan Cisarua-Lembang menjadi salah satu titik yang paling rawan kebakaran. Vegetasi di sana didominasi ilalang yang sangat mudah terbakar saat kondisinya kering.

Aktivitas manusia turut memperbesar potensi itu. Beberapa kejadian di tahun-tahun sebelumnya dipicu oleh orang yang masuk hutan untuk mencari burung lalu membuat api kecil guna menghangatkan air.

"Dikira sudah mati apinya, padahal belum," ujar Cucu.

Pengawasan di area tersebut memang lebih sulit karena lahannya tidak tergarap untuk agroforestri maupun penyadapan. "Memang kalau di perbatasan gitu dominannya ilalang, jadi kering. Lahan yang seperti itu yang tidak digarap memang mantau-nya lebih susah," katanya.

Penutupan Sementara Gunung Masih Menunggu Keputusan Pimpinan

Penguatan patroli ini merupakan tindak lanjut surat edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116/KH.02.04.03/ASDA.EKBANG tentang Larangan Pendakian Gunung atau Hutan di Wilayah Jawa Barat Selama Musim Kemarau. Perhutani telah menerima dan membagikan surat tersebut ke jajaran terkait.

Namun status penutupan sementara jalur pendakian belum diberlakukan. "Kami sudah menerima surat edaran kemarin dan langsung disebarkan. Tapi belum tutup sementara, masih menunggu pimpinan," kata Cucu.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top