Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung kembali melayani penerbangan setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Pembukaan resmi berlaku mulai pukul 00.42 WIB, Selasa (8/9/2026), setelah seluruh fasilitas sisi udara dan darat dinyatakan siap.
BANDUNG — Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung kembali beroperasi melayani penerbangan setelah sebelumnya ditutup sementara. Penutupan tersebut merupakan dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyelimuti kawasan sekitar bandara.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim memastikan fasilitas sisi udara dan sisi darat bandara telah siap kembali digunakan. Prosedur pembukaan kembali berlaku pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB.
Pembukaan kembali bandara tidak serta-merta dilakukan. Pihak bandara terlebih dahulu menjalankan prosedur standar keselamatan penerbangan, termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh area sisi udara.
Area yang dibersihkan meliputi apron, taxiway, dan runway. Setelah proses pembersihan rampung, dilakukan uji kekesatan atau friction test pada landasan pacu untuk memastikan standar keamanan terpenuhi.
"Di samping itu juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," kata Arie dalam keterangan resminya di Bandung.
Meski bandara telah kembali beroperasi, Arie mengimbau calon penumpang untuk tetap waspada. Ia meminta para penumpang memantau dan memastikan kembali status serta jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Informasi jadwal terbaru dapat diakses melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi operasional pascabencana dapat berubah sewaktu-waktu.
Penutupan Bandara Husein Sastranegara sebelumnya memaksa sejumlah calon penumpang mencari moda transportasi alternatif. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan banyak dari mereka yang akhirnya beralih menggunakan kereta api, termasuk kereta cepat Whoosh.
"Alhamdulillah semuanya lancar, baik yang menggunakan Whoosh dari Jakarta maupun dari Bandung menuju ke arah timur maupun ke arah barat. Jadi kereta api aman," kata Farhan.
Menurut Farhan, saat penutupan berlangsung, permukaan landasan pacu sebenarnya sudah tidak ditemukan abu vulkanik. Namun, keberadaan abu di udara membuat penerbangan belum dapat kembali dilakukan.
Maskapai pun memberikan layanan khusus kepada calon penumpang terdampak, berupa opsi rescheduling atau refund tiket. "Belum dapat dipastikan, tetapi para maskapai sudah memberikan layanan khusus kepada para calon penumpang yang ingin melakukan rescheduling atau melakukan refund dari tiket tersebut," ujarnya.