JAWA BARAT — Netflix menambah tiga judul baru yang layak masuk watchlist akhir pekan, dari kisah pembunuhan Lizzie Borden sampai spin-off animasi Stranger Things. Pilihan ini mencakup true crime, misteri supernatural, dan dokumenter survival yang menempatkan korban sebagai narator utama, bukan pelakunya.
Katalog Netflix kembali bertambah menjelang akhir pekan. Tiga judul anyar yang baru mendarat di layanan streaming itu menawarkan genre berbeda, sehingga penonton bisa memilih sesuai suasana hati tanpa harus menyisir daftar panjang yang membingungkan.
Seri keempat antologi true crime garapan Ryan Murphy dan Ian Brennan ini mengangkat salah satu kasus pembunuhan paling terkenal di Amerika abad ke-19. Fokusnya bukan sekadar pada pembunuhan itu sendiri, melainkan pada sosok Lizzie Borden yang terjebak dalam pusaran pemberitaan media.
Kisahnya berlatar tahun 1892 di Fall River, Massachusetts. Lizzie, perempuan 32 tahun yang hidup bersama keluarganya yang kaya, diperankan Ella Beatty. Hidupnya berubah ketika Bridget "Maggie" Sullivan (Vicky Krieps), seorang asisten rumah tangga baru, tiba dan langsung dekat dengannya.
Ketegangan di dalam rumah Borden memuncak dan berujung pada tewasnya sang ayah, Andrew (Charlie Hunnam), serta ibu tiri, Abby (Rebecca Hall), secara brutal. Kasus itu menyita perhatian nasional dan menempatkan Lizzie sebagai tersangka pembunuhan paling terkenal di Amerika.
Variety lewat kritikus Aramide Tinubu menilai babak baru ini "offers something refreshing and wholly unique to the Monster canon". Bagi penonton yang mencari tontonan gelap akhir pekan ini, seri ini bisa jadi pilihan.
Buat yang merindukan dunia Stranger Things, musim kedua spin-off animasi ini sayang untuk dilewatkan. Seri ini mengisi celah naratif dalam timeline aslinya, sembari mempertahankan estetika dan nuansa kartun Sabtu pagi era 1980-an.
Nada ceritanya lebih ringan dibanding versi live-action, menyesuaikan medium animasi. Meski begitu, elemen horor sci-fi dan makhluk-makhluk anehnya tetap terasa tanpa mengganggu kanon cerita utama. Visual retro-nya justru jadi daya tarik tersendiri.
Musim kedua berlanjut setelah peristiwa musim pertama. Hawkins Investigators Club menghadapi misteri baru di musim dingin 1985. Menjelang Hari Valentine, penampakan hantu dan makhluk aneh mulai muncul di sekitar Hawkins, sementara ancaman baru datang dari tambang perak terbengkalai di kota itu.
Eleven (Brooklyn Davey Norstedt), Mike (Luca Diaz), Will (Benjamin Plessala), Dustin (Braxton Quinney), Lucas (Elisha Williams), Max (Jolie Hoang-Rappaport), dan Nikki (Odessa A'zion) berusaha mengungkap apa yang terjadi sebelum aktivitas supernatural itu membuka gerbang baru ke Upside Down.
Netflix tampaknya masih mengandalkan true crime sebagai genre andalan. Buktinya, dokumenter baru selalu menemukan jalannya ke daftar top 10. I Survived a Serial Killer baru saja mendarat di layanan itu dan berpotensi naik ke tangga populer akhir pekan ini.
Seri 16 episode ini pertama kali dirilis pada 2021 dan terasa seperti perluasan dari waralaba "I Survived..." yang sudah lama berjalan. Alih-alih membuat pelaku jadi sensasi, fokusnya digeser ke para penyintas sekaligus menyoroti kerja investigasi di balik setiap kasus.
Tiap episode mengangkat kasus berbeda dari berbagai penjuru Amerika Serikat. Para penyintas menuturkan langsung apa yang mereka alami, ditemani wawancara dengan penyidik, ahli hukum, dan pihak-pihak terkait.
Seri ini mencakup serangan lintas dekade, termasuk kasus Railroad Killer, Dating Game Killer, Craigslist Killer, Grim Sleeper, dan Toybox Killer. Reka ulang, rekaman arsip, foto tempat kejadian perkara, serta garis waktu detail dipakai untuk merangkai pengalaman tiap penyintas.
Ketiganya sudah bisa ditonton di Netflix. Kalau waktu akhir pekan terbatas, mulai dari yang paling sesuai selera — tiga genre berbeda ini tidak saling bersaing, jadi tidak ada salahnya menonton semuanya secara bertahap.