JAWA BARAT — Pemerintah Jepang menggulirkan program diskon akomodasi dan paket wisata hingga 60 persen di Prefektur Kumamoto dan Nagasaki mulai 15 September 2026. Potongan berlaku untuk perjalanan satu malam hingga lintas prefektur, dengan subsidi maksimal 35.000 yen (sekitar Rp 3,9 juta) per orang. Program ini menyasar pemulihan kunjungan setelah gempa magnitudo 7,1 pada Juli membuat ribuan pemesanan hotel dibatalkan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kyushu pada 28 Juli lalu memukul sektor pariwisata wilayah itu cukup dalam. Di Kumamoto, nilai pembatalan pemesanan hotel mencapai sekitar 2,7 miliar yen (Rp 306 miliar) hingga 21 Agustus. Kagoshima mencatat pembatalan sekitar 2,3 miliar yen (Rp 260 miliar) sampai akhir Agustus.
Angka itu yang mendorong pemerintah pusat Jepang turun tangan. Diskon terbesar diberikan di Kumamoto dan Kagoshima, dua wilayah yang paling terdampak.
Program berlaku di Kumamoto dan Nagasaki sejak 15 September 2026. Lima prefektur lain di Kyushu menyusul secara bertahap. Untuk prefektur selain Kumamoto dan Kagoshima, potongan harga mencapai 50 persen.
Perjalanan dengan satu malam menginap mendapat potongan maksimal 20.000 yen (Rp 2,2 juta) per orang. Sementara perjalanan dua malam atau lebih diganjar potongan hingga 30.000 yen (Rp 3,3 juta).
Ada insentif tambahan bagi wisatawan yang menginap di sedikitnya dua prefektur dalam satu perjalanan. Potongan untuk kategori ini mencapai 35.000 yen (Rp 3,9 juta).
Program diskon untuk Saga, Nagasaki, Kumamoto, dan Oita berlaku bagi perjalanan pada 1 Oktober hingga 25 Desember 2026. Saga mulai menerima pemesanan pada 24 September. Oita dan Miyazaki dijadwalkan membuka pemesanan pada akhir September.
Fukuoka menargetkan programnya mulai berjalan pada Oktober. Kagoshima masih mempertimbangkan pembukaan pada pertengahan Oktober, setelah program diskon pariwisata yang sedang berjalan berakhir pada 13 Oktober.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan pemerintah berharap program ini bisa membantu mengatasi dampak negatif terhadap citra kawasan. Pemerintah juga ingin terus mendorong pemulihan pariwisata di seluruh Kyushu.
Jepang bukan kali pertama menjalankan skema serupa. Setelah gempa Kumamoto 2016 dan gempa Semenanjung Noto 2024, pemerintah memberikan subsidi biaya akomodasi dan tur hingga batas tertentu.
Bagi wisatawan Indonesia yang sedang merencanakan perjalanan ke Jepang, program ini layak dipertimbangkan. Syaratnya, perjalanan harus memenuhi ketentuan program Pemerintah Jepang yang berlaku di masing-masing prefektur. Informasi terkini soal cara pendaftaran dan daftar akomodasi yang berpartisipasi dapat dikonfirmasi melalui situs resmi pariwisata prefektur terkait atau agen perjalanan yang bekerja sama.