JAKARTA — Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Teuku Arsya Khadafi, menyatakan penangkapan lima tersangka merupakan tindak lanjut laporan masyarakat melalui Hotline Bang Resmob dan pemantauan media sosial. Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pelaku menjebol dan membawa kabur sepeda motor korban, Moch Nunu Jarnuzi, menyebar luas dan memicu respons cepat kepolisian.
Korban kehilangan sepeda motor di kawasan Perumahan Griya Alam Sentosa, Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Jumat 2 Oktober 2026. Kendaraan itu dipakai sehari-hari untuk mengantar paket.
Analisis rekaman CCTV dan hasil penyelidikan mengarahkan tim ke keberadaan terduga eksekutor utama. Pada Senin 5 Oktober pagi, petugas menggerebek sebuah rumah kontrakan di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan pelaku utama berinisial KM alias KO bersama dua rekannya, TAR dan LAP. Ketiganya diduga terlibat langsung dalam pencurian sepeda motor korban.
Arsya menegaskan bahwa penindakan tegas terhadap komplotan ini sejalan dengan instruksi pimpinan Polri untuk menjamin keamanan warga.
"Kendaraan bagi seorang pengantar paket bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana utama dalam mencari nafkah untuk keluarga. Begitu kami menerima laporan melalui Hotline Bang Resmob dan pemantauan media sosial, kami langsung perintahkan tim untuk bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku," kata Arsya, Jumat (16/10/2026).
Penyelidikan dikembangkan untuk memutus rantai peredaran sepeda motor hasil kejahatan. Pada hari yang sama, tim meringkus DP di kawasan wisata Danau Cipeucang, Mustikajaya, Bekasi.
DP diduga berperan sebagai penadah yang menampung kendaraan hasil curian. Polisi juga mengamankan AA yang diduga berperan sebagai joki penjemput sepeda motor hasil curian.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha NMAX, pakaian, dan atribut yang digunakan pelaku saat beraksi.
Barang bukti yang disita berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX, pakaian, dan atribut yang dipakai pelaku saat beraksi. Polisi masih mendalami kemungkinan keterkaitan komplotan ini dengan kasus curanmor lain di wilayah Jawa Barat.
Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV pencurian di Cileungsi tersebar di media sosial dan dilaporkan warga melalui Hotline Bang Resmob. Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan kejadian serupa melalui saluran pengaduan resmi.