CIREBON — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Direktorat Bina Lattas menggandeng Disnaker Kota Cirebon menggelar coaching clinic Program Magang Hub. Forum ini menyasar perusahaan penyelenggara magang yang masih terkendala proses pendaftaran digital. HRD dari ratusan perusahaan di wilayah Ciayumajakuning hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Ketua Tim Pemagangan Dalam Negeri Direktorat Bina Lattas Kemenaker RI, Muhammad Yasin, menyebut forum ini menyelesaikan persoalan administratif dan teknis calon penyelenggara magang. Konsultasi difokuskan pada kelancaran pendaftaran digital.
Pendampingan Tiga Akun Wajib Penyelenggara Magang
Pendampingan teknis dalam coaching clinic mencakup tata cara pendaftaran akun Siap Kerja, akun Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga akun Magang Hub. Ketiga akun itu menjadi syarat bagi perusahaan yang ingin mengikuti program.
"Kegiatan ini dihadirkan agar berbagai kendala teknis dapat teratasi dengan baik, sehingga perusahaan penyelenggara dapat mengikuti program magang secara lebih lancar," kata Yasin.
Program Magang Hub saat ini memasuki Batch 3. Pada angkatan sebelumnya, program ini menyelenggarakan pemagangan bagi sekitar 100.000 masyarakat Indonesia.
Puskesmas BLUD Ikut Daftar untuk Atasi Kekurangan Nakes
Kepala Disnaker Kota Cirebon Maruf Nuryasa AP mengapresiasi kolaborasi Kemenaker dalam sosialisasi dan pembukaan Program Pemagangan Nasional untuk wilayah III Cirebon. Kegiatan itu dihadiri puluhan perwakilan perusahaan serta fasilitas kesehatan di daerah.
Menurut Maruf, kegiatan ini menargetkan sekitar 100 peserta dari unsur perusahaan wilayah III Cirebon. Peserta diharapkan menyerap tenaga kerja terampil dan membantu lulusan baru atau fresh graduate.
Maruf menyinggung keikutsertaan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mendaftar sebagai perusahaan pada program magang hub.
"Puskesmas Kota Cirebon karena berstatus BLUD, sampai hari ini yang mendaftar sebanyak 13 Puskesmas," ujar Maruf.
Tenaga Kesehatan Muda Dapat Pengalaman Kerja di Fasilitas Pemerintah
Dari 13 Puskesmas di Kota Cirebon yang berstatus BLUD, semuanya turut mendaftarkan diri dalam program magang ini. Langkah itu diambil guna mengatasi kekurangan sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan puskesmas.
Maruf menerangkan, program pemagangan nasional tidak hanya ditujukan bagi sektor swasta dan industri. Tenaga kesehatan muda juga mendapat kesempatan luas memperoleh pengalaman kerja langsung di fasilitas kesehatan pemerintah.
Melalui sosialisasi ini, Disnaker Kota Cirebon berharap semakin banyak perusahaan dan instansi di wilayah III Cirebon bergabung dalam program pemagangan nasional. Dampaknya diharapkan terasa pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.