JAWA BARAT — Keputusan ini bukanlah langkah awal CUAN di tubuh SINI. Sebelumnya, perseroan sudah membangun posisi melalui dua anak usahanya, yakni PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Kedua entitas itu tercatat memiliki 27,78 persen saham dari total modal ditempatkan dan disetor SINI, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan begitu, CUAN sejatinya sudah menjadi pemegang saham signifikan sebelum negosiasi pengambilalihan ini dimulai.
Proses Negosiasi dan Target Penguasaan Saham
Michael menjelaskan bahwa perseroan kini tengah berdiskusi dengan pemegang saham pengendali SINI. Beberapa poin yang dibahas mencakup mekanisme akuisisi, harga yang disepakati, hingga waktu penyelesaian transaksi.
Kendati demikian, manajemen Petrindo belum membeberkan target pasti besaran porsi saham yang akan dibidik. Yang jelas, jika negosiasi rampung dengan mulus, CUAN melalui entitas anaknya bakal bertransformasi menjadi pemegang saham terbesar SINI. Implikasinya, kendali penuh atas arah kebijakan dan manajemen perusahaan pun akan beralih ke tangan Petrindo.
Siapa Pemain di Balik Aksi Korporasi Ini?
Petrindo Jaya Kreasi merupakan bagian dari grup usaha milik Prajogo Pangestu, konglomerat yang juga dikenal sebagai pengendali PT Barito Pacific Tbk dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. Langkah ekspansi di sektor tambang ini mempertegas agresivitas grup tersebut dalam merangkai portofolio energi.
Adapun Singaraja Putra sendiri merupakan emiten batu bara yang sahamnya tercatat di bursa. Dengan fundamental kepemilikan yang sudah kuat, akuisisi ini dipandang sebagai bagian dari strategi konsolidasi kepemilikan untuk memperkuat lini bisnis hulu CUAN.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari manajemen SINI mengenai perkembangan negosiasi tersebut. Pasar pun masih menanti kelanjutan aksi korporasi ini, yang diproyeksikan mampu mengubah lanskap kepemilikan saham di emiten batu bara tersebut.