Pencarian

Pemkab Majalengka Revitalisasi 130 Sekolah pada 2026, Sentuh Toilet hingga UKS

Rabu, 16 September 2026 • 23:33:02 WIB
Pemkab Majalengka Revitalisasi 130 Sekolah pada 2026, Sentuh Toilet hingga UKS
Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menyiapkan revitalisasi 130 sekolah pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Majalengka menetapkan revitalisasi 130 sekolah sebagai program prioritas 2026, mencakup jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf menyatakan pekerjaan tidak hanya menyasar ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS, dan sarana pendukung lain. Pembenahan diarahkan agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar sekaligus menyediakan lingkungan sekolah yang lebih layak bagi siswa dan guru.

MAJALENGKA — Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menyiapkan revitalisasi 130 sekolah yang tersebar di sejumlah jenjang pendidikan. Kepala Disdik Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf menyebut cakupan pekerjaan meliputi PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Pembenahan tidak berhenti pada ruang kelas. Toilet, unit kesehatan sekolah (UKS), dan sarana pendukung lain masuk dalam daftar pekerjaan yang akan dikerjakan.

Mengapa Revitalisasi Menyentuh Toilet dan UKS

Umar menilai kondisi sarana pendidikan yang baik berkaitan langsung dengan keselamatan warga sekolah. Fasilitas tersebut dipakai setiap hari untuk pembelajaran dan aktivitas lain.

"Revitalisasi ini mencakup 130 sekolah. Pekerjaannya tidak hanya ruang kelas, tetapi juga toilet, UKS dan sarana pendukung lainnya," katanya di Majalengka, Rabu.

Manfaat yang dibidik bukan hanya soal fisik bangunan. Umar menyatakan fasilitas yang lebih layak dan lingkungan sekolah yang mendukung kenyamanan siswa berdampak pada proses pembelajaran.

"Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, guru bisa mengajar dengan lebih baik, dan seluruh warga sekolah dapat beraktivitas dengan aman," ujarnya.

APBD Tidak Cukup, Pemkab Majalengka Aktif Usulkan ke Pusat dan Provinsi

Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan sarana pendidikan. Pemerintah daerah memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan untuk menangani pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Seluruh kebutuhan tidak dapat diselesaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, Pemkab Majalengka setiap tahun menyampaikan usulan pembangunan dan rehabilitasi sekolah kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kita tidak hanya menunggu, tetapi aktif memperjuangkan kebutuhan sekolah-sekolah kita," kata Eman.

Usulan Disusun Sesuai Tingkat Kebutuhan Tiap Sekolah

Usulan pembiayaan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Dengan cara itu, dukungan yang diperoleh dapat diarahkan ke sekolah yang memerlukan penanganan lebih dulu.

Pemkab Majalengka akan terus mengawal program revitalisasi dan mengupayakan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat serta provinsi. Tujuannya agar pemerataan sarana pendidikan berlangsung lebih cepat.

"Revitalisasi sekolah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat," ujar Eman.

Apa Langkah Selanjutnya

Penanganan fasilitas pendidikan di Majalengka berjalan bertahap mengikuti ketersediaan anggaran. Usulan ke pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat menjadi jalur yang ditempuh agar jumlah sekolah yang dibenahi bisa bertambah.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks