INDRAMAYU — Camat Tukdana Heka Sugoro membenarkan laporan dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar SMAN 1 Tukdana. Korban berasal dari kelas X, XI, hingga XII yang sebelumnya mengonsumsi makanan produksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II.
"Laporan awal yang kami terima siang tadi terkait dugaan keracunan MBG dari dapur SPPG Kerticala II. Berdasarkan pendataan sementara, ada 105 siswa yang menjadi korban," kata Heka saat dikonfirmasi.
Gejala Muncul Sejak Pukul 10.30 WIB
Keluhan kesehatan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka mengeluhkan pusing dan mual, sejumlah pelajar bahkan muntah setelah menyantap menu MBG.
Pihak sekolah bersama pemerintah kecamatan bergerak cepat membawa korban ke Puskesmas Kerticala dan Puskesmas Tukdana. Sebagian siswa sempat diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Namun, keluhan kesehatan kembali muncul setelah mereka tiba di rumah. Petugas puskesmas pun memberikan penanganan lanjutan bagi siswa yang mengalami gejala susulan.
Dua Siswa Dirujuk ke RSUD Indramayu
Dari total 105 siswa yang diduga terdampak, dua orang harus dirujuk ke RSUD Indramayu untuk perawatan lebih intensif. Pemerintah Kecamatan Tukdana memastikan pendampingan terus dilakukan hingga seluruh korban pulih.
"Informasi dari kepala puskesmas, ada siswa yang sudah mendapat pengobatan dan pulang, tetapi kemudian kembali merasa sakit. Mereka sekarang masih ditangani petugas puskesmas," ujar Heka.
SPPG Kerticala II Siap Bertanggung Jawab
Perwakilan Mitra SPPG Kerticala II, Hakim, menyatakan pihaknya siap menanggung seluruh konsekuensi kejadian tersebut. SPPG juga memfasilitasi sejumlah instansi untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus.
Instansi yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kepolisian, serta kejaksaan. Rombongan tersebut turut meninjau kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan.
"Insyaallah kami bertanggung jawab atas kejadian ini, termasuk biaya pengobatan para siswa," ujar Hakim.
Penelusuran Penyebab Masih Berjalan
Hingga kini, penyebab pasti munculnya dugaan keracunan massal belum dipastikan. Pemerintah Kecamatan Tukdana bersama instansi terkait masih menelusuri sampel makanan dan proses produksi di dapur SPPG Kerticala II.
Kasus ini menambah daftar insiden serupa yang menimpa penerima manfaat program MBG di sejumlah daerah. Pengawasan kualitas dan keamanan pangan di dapur SPPG menjadi sorotan utama agar kejadian serupa tidak terulang.