Didampingi PNM, Batik dan Topeng Cirebon Tembus Panggung Nasional

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:36:03 WIB
Pengrajin batik Cirebon menunjukkan karya kolaboratif bersama desainer ternama dalam program Mekaar.

Cirebon, 20 Februari 2026 – Di balik setiap usaha kecil yang tumbuh di sudut kampung, tersimpan proses yang tak selalu terlihat saat seseorang belajar, mencoba, jatuh, lalu bangkit kembali dalam memiliki sebuah usaha. Bagi jutaan perempuan prasejahtera, kesempatan untuk berkembang bukan semata tentang tambahan modal untuk usaha, melainkan tentang siapa yang hadir mendampingi dan membuka akses ke peluang yang lebih luas. Melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan dukungan berupa pembiayaan, pendampingan usaha, serta akses jejaring kreatif agar pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil dapat tumbuh berkelanjutan.

Di Kota Wali, Cirebon, komitmen tersebut tercermin dalam kolaborasi karya nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon, yakni bu Ariri pengrajin batik dengan desainer ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi. Karya tersebut ditampilkan dan dilelang dalam rangkaian kegiatan Sonderlab x Kaca Kreatif pada 23–26 Oktober 2025, dengan seluruh hasil lelang didonasikan untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa karya pelaku usaha ultra mikro tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih luas.

“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberi pelatihan, hingga akhirnya saya diberi kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah saya,” ujar Ariri

Selain itu, dari lebih dari 22,9 juta nasabah yang telah diberdayakan hingga Januari 2026, Ibu Sri, pengrajin topeng asal Kota Udang juga menjadi salah satu representasi pengusaha yang dinilai siap melangkah ke panggung nasional. Sejak 2010, ia menekuni usaha kerajinan yang berakar dari kecintaannya pada seni topeng, pengalaman sebagai penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon membentuk kedekatan kuat dengan budaya. Inovasi pun terus dilakukan, mulai dari topeng kayu tradisional hingga produk turunan seperti pulpen, pensil, dan magnet kulkas berhias topeng agar seni tradisi tetap hadir dalam keseharian.

Momentum penting hadir pada 2022 ketika Ibu Sri bergabung dalam program Mekaar dan memperoleh pendampingan, pelatihan, serta akses pameran. Perjalanan itu berlanjut pada 2025 melalui program Mekaarpreneur yakni inkubasi usaha intensif selama tiga bulan di Bandung. Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pengusaha memiliki daya saing tanpa kehilangan jati diri lokalnya. Kisah Ibu Sri dan Ariri menjadi gambaran bahwa dengan akses, pembinaan, dan ruang aktualisasi, warisan budaya dapat tumbuh sebagai sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Reporter: Redaksi
Back to top