BOGOR — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini membelit kota hujan. Teknologi yang digunakan diklaim ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi udara maupun air.
Bagaimana Cara PSEL Mengolah Sampah?
PSEL bekerja dengan mengubah sampah padat menjadi energi listrik melalui proses pembakaran bersuhu tinggi. Suhu mencapai 800 hingga 1.000 derajat Celcius membuat sampah terbakar sempurna, sehingga emisi gas berbahaya bisa ditekan minimal.
Abu sisa pembakaran pun dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri, seperti campuran paving block. Dengan begitu, tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.
Apa Dampaknya bagi Warga Sekitar?
Warga yang tinggal di radius dekat PSEL tidak lagi mengeluhkan bau busuk sampah seperti sebelumnya. Udara di sekitar lokasi proyek disebut tetap segar dan bebas dari polusi.
Selain itu, pasokan listrik yang dihasilkan PSEL turut membantu kebutuhan energi warga. Sebagian listrik dialirkan ke jaringan PLN, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari pengolahan sampah di kota mereka.
Apakah Ada Efek Negatif yang Dikhawatirkan?
Pihak pengelola memastikan bahwa sistem penyaringan gas buang di PSEL sudah sesuai standar baku mutu lingkungan. Filter karbon aktif dan elektrostatik dipasang untuk menangkap partikel berbahaya sebelum gas keluar ke udara.
Pemantauan kualitas udara secara berkala juga dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya, sejauh ini tidak ditemukan peningkatan kadar polutan yang membahayakan.
Berapa Banyak Sampah yang Bisa Diolah?
PSEL di Bogor mampu mengolah hingga 250 ton sampah per hari. Dari proses itu, dihasilkan listrik sekitar 5 megawatt yang bisa menyuplai ribuan rumah tangga.
Proyek ini menjadi salah satu solusi konkret untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kian penuh. Ke depan, kapasitas pengolahan direncanakan terus ditingkatkan seiring bertambahnya volume sampah kota.
Langkah Selanjutnya?
Pemerintah Kota Bogor berencana memperluas kerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan PSEL serupa di wilayah lain. Sosialisasi kepada warga terus dilakukan agar tidak ada kekhawatiran berlebihan terhadap teknologi ini.
Dengan adanya PSEL, Bogor optimistis bisa mencapai target pengurangan sampah hingga 30 persen dalam dua tahun ke depan.