SUBANG — Biaya membangun rumah atau gedung di Kabupaten Subang tahun ini resmi lebih mahal ketimbang tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Subang berada di angka 106,39 poin pada 2025, naik 1,06 poin dari posisi tahun lalu.
Dalam lima tahun terakhir, lonjakan IKK Subang bahkan mencapai 6,09 poin. Angka ini menunjukkan bahwa harga konstruksi di Subang setara 1,064 kali lipat harga di Kota Surabaya yang ditetapkan sebagai kota acuan nasional. Semakin tinggi IKK, semakin mahal pula biaya pembangunan di daerah tersebut.
Posisi Subang di Peta Kemahalan Konstruksi Jawa Barat
Meski mengalami kenaikan, IKK Subang masih berada di posisi menengah jika dibandingkan dengan 26 kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Subang menempati urutan terendah ke-16 secara provinsi.
IKK tertinggi di Jawa Barat justru berada di Kabupaten Pangandaran dengan skor 96,72 poin—artinya Pangandaran masih lebih murah dari Surabaya. Sementara itu, Kota Bandung menjadi daerah termahal dengan IKK 119,75 poin, disusul Kabupaten Bogor (118,39 poin) dan Kabupaten Bekasi (111,29 poin).
Lima Daerah Termahal dan Termurah di Jawa Barat
Berikut daftar lima kabupaten/kota dengan IKK tertinggi di Jawa Barat pada 2025:
- Kota Bandung: 119,75 poin
- Kabupaten Bogor: 118,39 poin
- Kabupaten Bekasi: 111,29 poin
- Kota Bekasi: 111,13 poin
- Kota Bogor: 109,26 poin
Sementara itu, daerah dengan biaya konstruksi paling rendah justru berada di selatan Jawa Barat. Kabupaten Pangandaran menjadi yang termurah dengan IKK 96,72 poin, disusul Kota Banjar (97,34 poin), Kabupaten Tasikmalaya (98,35 poin), Kabupaten Ciamis (98,43 poin), dan Kabupaten Kuningan (99,49 poin).
Apa Arti IKK bagi Warga dan Kontraktor?
IKK menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menghitung standar biaya pembangunan infrastruktur, termasuk proyek-proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bagi kontraktor dan pengembang, angka ini menjadi sinyal bahwa biaya material dan upah tenaga kerja di Subang terus merangkak naik.
BPS sendiri mendefinisikan IKK sebagai indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah dibandingkan dengan Kota Surabaya sebagai acuan. Data ini dirilis secara tahunan dan menjadi salah satu indikator dalam perencanaan pembangunan daerah.