Kericuhan May Day Bandung, Massa Hitam Rusak Fasilitas Publik

Penulis: Wisnu Wardana  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:35:09 WIB
Kelompok berpakaian hitam melakukan perusakan fasilitas publik saat kericuhan May Day di Bandung.

Bandung — Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung berbelok menjadi kericuhan ketika sekelompok orang tidak dikenal bermunculan dengan pakaian serba hitam dan wajah tertutup. Kelompok tersebut melakukan aksi perusakan sistematis terhadap fasilitas publik hingga melakukan sweeping terhadap pengguna jalan, menimbulkan ketakutan di kalangan warga.

Aktivitas awal hari berjalan kondusif. Sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Jatinangor, yang berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak ada agenda demonstrasi dari kelompok buruh yang terdaftar di wilayah Bandung atau daerah lain di Jawa Barat.

Aksi Perusakan Beruntun di Berbagai Titik

Situasi berubah drastis ketika kelompok berpakaian hitam mulai bergerak. Mereka membawa molotov dan merusak berbagai fasilitas umum di sejumlah titik di Kota Bandung. Kerusakan dimulai dari banner, lalu meluas ke lampu lalu lintas, perangkat CCTV milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, pos polisi di Tamansari, hingga videotron.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menjelaskan tingkat keganasan aksi tersebut kepada wartawan pada Sabtu (2/5/2026). "Kami melihat ada orang-orang tak dikenal memakai pakaian hitam-hitam dan tutup muka membawa molotov dan merusak fasilitas umum sekaligus melakukan pembakaran yang awalnya hanya banner tapi sampai merusak lampu lalu lintas, fasilitas CCTV Pemprov Jabar dan Kota Bandung, hingga merusak pos polisi di Tamansari, serta videotron," ujarnya.

Selain merusak, kelompok itu juga melakukan sweeping atau pengecekan paksa terhadap pengguna jalan yang berlalu-lalang. Tindakan ini menciptakan suasana ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat Bandung.

Respons Cepat Aparat Keamanan

Mengetahui situasi yang berkembang, Kapolda Jawa Barat segera turun langsung memimpin pengamanan di lapangan. Bersama unsur Pemerintah Daerah dan Kodam III Siliwangi, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan keadaan.

Tim keamanan terus mengikuti pergerakan kelompok dan memberikan imbauan untuk membubarkan diri. Namun, imbauan tersebut diabaikan. Kelompok terus melanjutkan aksi perusakan dengan dampak signifikan pada infrastruktur publik kota.

Rudi menekankan bahwa tindakan aparat di lapangan telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani situasi darurat. "Bahaya sekali apa yang dilakukan mereka ini sampai merazia masyarakat pengguna jalan. Jelas, ini kelompok kriminal," tegasnya.

Penangkapan Pelaku dan Status Penyelidikan

Sejumlah pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyatakan bahwa para tersangka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. "Tentunya akan kami proses, dan kami akan berjaga agar situasi kamtibmas tetap aman dan nyaman," katanya pada Sabtu (2/5/2026).

Hingga saat itu, pihak kepolisian belum menyampaikan jumlah pasti pelaku yang ditangkap. Proses penyelidikan dan identifikasi kelompok masih berlangsung untuk menentukan motif dan aktor di balik aksi perusakan tersebut.

Dampak dan Upaya Pemulihan

Kericuhan pada Jumat malam tersebut meninggalkan kerugian material yang tidak sedikit pada fasilitas publik Kota Bandung. Lampu lalu lintas yang rusak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, sementara kerusakan sistem CCTV mengurangi kapasitas monitoring keamanan kota.

Kapolda menegaskan komitmen aparat untuk menjaga ketenangan dan keamanan Bandung. Koordinasi dengan pemda dan TNI akan terus dilakukan untuk memastikan tidak terulangnya insiden serupa dan mengembalikan kepercayaan warga terhadap situasi keamanan kota.

Reporter: Wisnu Wardana
Back to top