Intel Rekrut Alex Katouzian dari Qualcomm demi Perkuat Divisi Chip PC dan AI

Penulis: Luthfi Hakim  •  Senin, 04 Mei 2026 | 03:49:01 WIB

Intel resmi merekrut Alex Katouzian, mantan petinggi Qualcomm yang membidani lahirnya chip Snapdragon X, untuk memimpin divisi Client Computing & Physical…

Intel membuat kejutan besar di industri semikonduktor dengan membajak salah satu talenta paling berpengaruh dari kompetitor terdekatnya. Alex Katouzian, yang sebelumnya menjabat sebagai Executive Vice President di Qualcomm, kini resmi menyeberang ke kubu "Biru" untuk mengisi posisi krusial dalam struktur kepemimpinan perusahaan.

Di Intel, Katouzian akan menjabat sebagai Executive Vice President dan General Manager Client Computing & Physical AI. Penunjukan ini bukan sekadar rotasi eksekutif biasa. Ini adalah upaya nyata Intel untuk merebut kembali momentum di segmen laptop dan perangkat mobile yang belakangan ini digoyang oleh efisiensi daya chip berbasis ARM.

Amunisi Baru Intel Hadapi Ancaman Arsitektur ARM

Rekam jejak Katouzian di Qualcomm sangat krusial bagi peta persaingan saat ini. Ia merupakan otak di balik divisi mobile, komputasi, dan extended reality (XR) yang melahirkan Snapdragon X Elite. Chip tersebut sempat membuat Intel kalang kabut karena menawarkan performa per watt yang jauh melampaui platform x86 tradisional dalam beberapa pengujian awal.

Kini, Katouzian justru berada di posisi seberang. Ia bertanggung jawab memimpin tim yang membangun chip x86 generasi mendatang. Pengalamannya dalam membangun ekosistem komputasi yang efisien dan skalabel diharapkan mampu menyuntikkan perspektif baru bagi Intel yang tengah berupaya melakukan transformasi besar-besaran.

"AI menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya di edge, mendorong perubahan besar dalam komputasi klien dan sistem AI fisik," ujar Lip-Bu Tan, anggota dewan direksi Intel yang juga dikenal sebagai tokoh veteran di industri chip.

"Alex membawa keahlian teknis yang mendalam, disiplin operasional yang kuat, dan pengalaman puluhan tahun dalam membangun serta menskalakan platform komputasi global. Dia adalah pemimpin yang tepat untuk membantu kami membayangkan kembali komputasi klien di luar PC tradisional," lanjut Lip-Bu Tan.

Fokus pada Masa Depan Physical AI dan Komputasi Tepi

Mandat Katouzian tidak terbatas pada urusan prosesor laptop konvensional. Penggunaan istilah "Physical AI" dalam jabatan barunya menunjukkan ambisi Intel untuk lebih serius menggarap integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem fisik dan perangkat komputasi tepi (edge computing).

Intel menyadari bahwa masa depan industri bukan lagi soal adu cepat clock speed semata. Fokus industri telah bergeser pada bagaimana AI dapat dijalankan secara lokal di perangkat tanpa harus selalu bergantung pada cloud. Katouzian dianggap memiliki visi yang sejalan dengan pergeseran paradigma ini.

"Intel menciptakan fondasi untuk transformasi berbasis AI, mulai dari memimpin di AI PC, hingga menskalakan inferensi AI di edge, dan mempercepat masa depan sistem AI fisik," kata Katouzian dalam pernyataan resminya.

"Saya bersemangat bergabung dengan Lip-Bu dan tim Intel pada momen kritis ini untuk membantu menskalakan inovasi dan menghadirkan pengalaman komputasi generasi berikutnya," tambahnya.

Sinyal Perlawanan Balik terhadap Dominasi Qualcomm

Langkah Intel merekrut Katouzian mengirimkan pesan kuat ke pasar modal dan mitra manufaktur. Perusahaan ingin menegaskan bahwa mereka masih memiliki daya tarik bagi talenta terbaik dunia, meski tengah menghadapi tantangan finansial dan teknis dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi konsumen, kepindahan ini berpotensi mempercepat lahirnya prosesor Intel yang lebih efisien dan "pintar". Jika Katouzian mampu membawa disiplin pengembangan chip mobile yang ia terapkan di Qualcomm ke dalam arsitektur x86, dominasi Intel di pasar PC mungkin akan sulit digoyahkan kembali dalam waktu dekat.

Alex Katouzian akan resmi bergabung dengan Intel pada akhir Mei ini. Industri kini menanti bagaimana sentuhannya akan mengubah peta jalan produk Intel, terutama dalam menghadapi gelombang pertama laptop Snapdragon yang mulai membanjiri pasar global tahun ini.

Reporter: Luthfi Hakim
Back to top