MAJALENGKA — Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk Universitas Majalengka (Unma). Dr Otong Syuhada, MH terpilih untuk memimpin universitas tersebut dalam masa jabatan empat tahun ke depan, menggantikan kepemimpinan periode sebelumnya.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus YPPM Nomor 06/KEP/YPPM/V/2026 yang diterbitkan pada Sabtu (9/5/2026). Penetapan ini menjadi titik krusial bagi keberlanjutan akademik di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Barat tersebut.
Ketua Pengurus YPPM, Komjen Pol (Purn) Dr H Nanan Soekarna, menjelaskan bahwa pemilihan rektor kali ini melalui prosedur panjang yang meliputi tahap penjaringan, penyaringan, hingga pendalaman visi-misi. Seluruh tahapan diklaim berjalan sesuai dengan Statuta Universitas Majalengka.
“Seluruh proses dilakukan secara objektif, independen, profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Statuta Universitas Majalengka,” ujar Nanan dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Rapat pleno penetapan rektor ini juga mencatat sejarah dengan kehadiran unsur civitas akademika yang lengkap. Selain pimpinan universitas dan dosen, perwakilan mahasiswa seperti Presiden BEM dan organisasi kemahasiswaan lainnya turut hadir menyaksikan proses pengambilan keputusan di kampus Unma.
Nanan menegaskan bahwa keterlibatan berbagai elemen kampus bertujuan untuk menjaga marwah institusi pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya prinsip legalitas dan legitimasi dengan menjunjung nilai “Values for Value – Full Commitment No Conspiracy – Integrity Defender”.
Melalui surat keputusan tersebut, YPPM memberikan mandat penuh kepada Dr Otong Syuhada untuk memimpin penyelenggaraan pendidikan tinggi serta tata kelola universitas. Rektor terpilih memiliki kewenangan untuk menetapkan serta melantik pejabat struktural baru sesuai mekanisme yang berlaku di internal Unma.
Pihak yayasan menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan kelembagaan secara penuh dalam proses penataan dan penguatan universitas di masa depan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa Unma menjadi institusi yang lebih kompetitif.
“YPPM mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga persatuan dan mendukung kepemimpinan baru demi keberlanjutan pembangunan universitas yang unggul, profesional, dan bermartabat,” kata Nanan.
Agenda pelantikan rektor periode 2026-2030 akan dipusatkan di Kampus Unma pada Senin esok. Selain kapasitas akademik, integritas moral dan kemampuan kolaborasi menjadi aspek utama yang ditekankan yayasan kepada rektor baru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan.