JAWA BARAT — Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada April 2026, dengan distribusi dari pabrik ke diler mencapai 14.815 unit, meningkat sekitar 42,53% dibandingkan Maret 2026. Hal ini menandakan bahwa permintaan akan mobil listrik semakin solid dan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan yang mendesak.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pertumbuhan pesat ini mencerminkan adopsi kendaraan listrik yang semakin cepat, terutama pada segmen SUV dan MPV listrik. Merek-merek baru dan lama kini berlomba-lomba untuk menghadirkan model yang lebih efisien dan terjangkau.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa persaingan di segmen EV tidak hanya didominasi oleh satu brand, melainkan cukup merata antara pemain asal Tiongkok dan Vietnam.
Jaecoo J5 EV kembali membuktikan dominasinya dengan penjualan 3.179 unit, menunjukkan konsistensi yang kuat. Angka ini naik dari 2.959 unit pada bulan Maret 2026, berkat desain yang menarik, fitur lengkap, dan strategi harga yang agresif.
BYD M6 mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan lonjakan penjualan dari 976 unit pada bulan sebelumnya menjadi 2.472 unit. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi BYD sebagai salah satu pemain utama di pasar EV Indonesia.
Data penjualan mobil listrik terlaris ini menunjukkan bahwa pasar EV di Indonesia semakin kompetitif. Dengan dukungan insentif pemerintah, pilihan model yang beragam, dan infrastruktur pengisian yang terus berkembang, persaingan antara brand Tiongkok dan pendatang baru dari Vietnam hingga Jepang semakin sengit. Dominasi Jaecoo dan BYD memberikan peluang bagi merek lain untuk memasuki pasar yang menjanjikan ini.
Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini mengenai dunia otomotif, termasuk tips membeli mobil dan rekomendasi kendaraan terbaik, kunjungi Moladin.com.