Stellantis Gandeng Dongfeng Produksi Jeep dan Peugeot di China untuk Ekspor Global, Investasi Tembus Rp 17 Triliun

Penulis: Mardian Syah  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 15:15:57 WIB
Stellantis dan Dongfeng Motor resmi memperdalam kolaborasi dengan produksi Jeep dan Peugeot di Wuhan, China.

JAWA BARAT — Stellantis dan Dongfeng Motor resmi menandatangani kesepakatan baru untuk memperdalam kolaborasi mereka di pasar otomotif. Melalui perusahaan patungan Dongfeng Peugeot Citroen Automobile (DPCA), kedua raksasa ini akan memproduksi dua model Peugeot terbaru dan dua model Jeep di pabrik Wuhan mulai tahun depan. Langkah ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan domestik China, melainkan menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai hub ekspor ke berbagai wilayah di dunia.

Dua Peugeot Terbaru Berbasis Mobil Konsep Beijing Motor Show

Lini produk Peugeot yang akan lahir dari pabrik Wuhan ini mengambil inspirasi langsung dari mobil konsep yang sempat memukau publik di Beijing Motor Show baru-baru ini. Model pertama akan berbasis pada Concept 6, sebuah rakish estate yang membawa DNA desain Peugeot 508 namun dengan pendekatan yang lebih futuristik dan aerodinamis.

Sementara itu, model kedua akan mengacu pada Concept 8. Mobil ini diproyeksikan menjadi flagship SUV terbaru Peugeot dengan dimensi yang lebih besar dibandingkan model-model yang pernah diproduksi pabrikan asal Prancis tersebut sebelumnya. Kehadiran SUV bongsor ini menunjukkan ambisi Stellantis untuk bermain di segmen premium yang lebih luas dengan dukungan teknologi manufaktur Dongfeng.

Jeep Fokus pada Kendaraan Off-Road Energi Baru

Berbeda dengan Peugeot yang sudah menunjukkan kisi-kisi desainnya, Stellantis masih menutup rapat detail spesifik untuk dua model Jeep terbaru. Namun, perusahaan memberikan kepastian bahwa kedua model tersebut akan mengusung teknologi off-road new energy vehicles (NEV). Ini mengindikasikan bahwa Jeep akan meluncurkan kendaraan tangguh dengan sistem penggerak listrik atau plug-in hybrid (PHEV) yang dioptimalkan untuk medan berat.

Keputusan untuk memproduksi Jeep di China untuk pasar global merupakan langkah berani, mengingat citra Jeep sebagai merek ikonik Amerika Serikat. Namun, keunggulan rantai pasok baterai dan komponen elektrik di China menjadi alasan logis bagi Stellantis untuk mengakselerasi transisi elektrifikasi Jeep melalui kemitraan ini.

Investasi Jumbo dan Dukungan Pemerintah Lokal

Proyek ambisius ini didukung oleh pendanaan yang masif. Dari total investasi €1 miliar (sekitar Rp 17,2 triliun), Stellantis berkontribusi sebesar €130 juta atau setara Rp 2,2 triliun. Sisa pendanaan didukung oleh mitra serta kebijakan industri otomotif yang menguntungkan di Provinsi Hubei dan Pemerintah Kota Wuhan.

"Dengan rekam jejak kolaborasi selama lebih dari 30 tahun dan keahlian otomotif bersama, Stellantis dan Dongfeng siap untuk lebih memanfaatkan kekuatan kami," ujar CEO Stellantis, Antonio Filosa, dalam keterangan resminya.

Filosa juga menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kendaraan baru dengan teknologi EV mutakhir dari merek yang telah dipercaya dan dicintai oleh pelanggan di seluruh dunia. Meski belum merinci negara mana saja yang akan menerima unit ekspor dari Wuhan, Stellantis menegaskan bahwa keempat model ini memang dirancang untuk skala global.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: autocar.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top