BANDUNG — Ninja Xpress secara resmi memperluas jangkauan layanan ekspor bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat. Ekspansi ini memungkinkan produk lokal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat untuk menembus pasar di 40 negara, mencakup kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, hingga Eropa.
Langkah ini diambil untuk merespons tingginya potensi produk kreatif dan manufaktur skala kecil dari Jawa Barat yang diminati pasar global. Dengan skema baru ini, perusahaan berupaya menyederhanakan proses pengiriman lintas batas yang seringkali dianggap rumit oleh pelaku usaha pemula, terutama terkait urusan kepabeanan dan biaya logistik yang tinggi.
Proses pengiriman dimulai dari penjemputan barang langsung di lokasi pelaku UMKM di berbagai titik di Jawa Barat. Setelah barang diambil, pihak logistik akan mengelola seluruh proses administrasi, termasuk pengurusan dokumen ekspor dan regulasi bea cukai di negara tujuan. Skema ini dirancang agar pelaku usaha bisa fokus pada kualitas produksi tanpa terbebani urusan teknis pengiriman internasional.
Selain pengiriman, layanan ini juga mengintegrasikan sistem pelacakan barang secara real-time. Hal ini krusial untuk menjaga kepercayaan pembeli di luar negeri terhadap kredibilitas pengirim dari Indonesia. Pelaku UMKM dapat memantau posisi paket mereka sejak keluar dari gudang di Jawa Barat hingga sampai ke tangan konsumen di negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, hingga Inggris.
Perluasan ke 40 negara ini merupakan lompatan signifikan dibanding layanan sebelumnya yang masih terbatas pada beberapa negara tetangga. Fokus utama mencakup negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk kerajinan, fashion, dan makanan olahan kering yang menjadi ciri khas industri kreatif Jawa Barat.
Data internal menunjukkan bahwa permintaan pasar global terhadap produk berbasis komunitas lokal terus meningkat. Dengan membuka akses ke empat puluh negara, perusahaan berharap volume ekspor dari Jawa Barat dapat tumbuh konsisten setiap kuartal. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi dan internasionalisasi produk lokal agar tidak hanya jago kandang.
Para pelaku usaha di Jawa Barat dapat mulai memanfaatkan fasilitas ini melalui titik-titik layanan yang tersebar di wilayah Bandung Raya, Bogor, Bekasi, hingga Cirebon. Program pendampingan juga disiapkan untuk memberikan edukasi mengenai standar pengemasan internasional agar barang tetap aman selama perjalanan jarak jauh.
Ke depan, integrasi layanan logistik ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekspor yang lebih inklusif. UMKM yang selama ini terkendala modal untuk menyewa kontainer besar kini bisa mengirimkan barang dalam volume yang lebih fleksibel namun tetap dengan biaya yang kompetitif di pasar global.