Survei Ungkap Pengguna HP Makin Betah Pakai Ponsel Lama, Masa Pakai Rata-rata 29 Bulan

Penulis: Luthfi Hakim  •  Senin, 18 Mei 2026 | 04:37:01 WIB
Rata-rata masa pakai ponsel di AS mencapai 29 bulan menurut survei Reviews.org.

JAWA BARAT — Fenomena orang menunda upgrade smartphone bukan lagi sekadar anekdot. Data dari Reviews.org mengonfirmasi bahwa rata-rata masa pakai ponsel di AS saat ini mencapai 29 bulan. Survei terpisah dari Allstate bahkan mencatat hampir separuh pengguna bertahan dengan ponselnya lebih dari tiga tahun — kontras dengan kebiasaan upgrade tahunan yang sempat populer di masa lalu.

Mengapa Pengguna Makin Betah?

Alasan utamanya sederhana: ponsel masih berfungsi baik. Seorang pengguna iPhone 13 yang membeli perangkatnya pada 2022 lalu menceritakan pengalamannya. "Dulu, ponsel saya akan 'bilang' sudah waktunya ganti ketika sering crash atau baterai soak. Sekarang, iPhone 13 saya masih berfungsi normal," ujarnya.

Baterai ponsel tersebut memang sudah turun ke 80 persen dari kapasitas maksimal. Namun, pengguna itu mengaku belum pernah sekalipun terpaksa melakukan force restart. Hal ini kontras dengan pengalaman sebelumnya di mana ponsel tua tiba-tiba mati dan tidak mau menyala selama lebih dari satu jam saat sedang bepergian.

Fitur AI Gagal Jadi Daya Tarik Upgrade

Produsen ponsel saat ini gencar mempromosikan fitur kecerdasan buatan (AI) sebagai alasan utama untuk upgrade. Namun, data membantah strategi ini. Survei CNET 2025 menemukan hanya 11 persen pemilik smartphone di AS yang melakukan upgrade demi fitur AI — turun drastis dari 18 persen pada tahun sebelumnya.

Lebih mencengangkan lagi, sekitar 29 persen responden mengaku tidak menemukan kegunaan AI di ponsel mereka atau bahkan tidak menginginkan fitur tambahan. Angka ini meningkat dari 25 persen pada 2024. "Saya lebih khawatir soal dampak lingkungan, keamanan data, dan masalah sosial dari AI dibandingkan tertarik dengan emoji kustom atau Siri yang lebih pintar," tambah sumber yang sama.

Harga Mahal, Inovasi Stagnan

Faktor lain yang memperkuat tren ini adalah harga. iPhone 17, Google Pixel 10, dan Samsung Galaxy S26 dibanderol mulai dari 799 dolar AS (sekitar Rp 13,1 juta) hingga 899,99 dolar AS (sekitar Rp 14,8 juta). Dengan harga setinggi itu, pengguna berpikir dua kali untuk mengganti ponsel yang masih berfungsi.

Belum lagi inovasi antar-generasi yang dinilai kurang signifikan. "iPhone 17 mungkin punya chip lebih kencang dan kamera lebih baik, tapi itu tidak se-menarik kejutan kamera depan di iPhone 4, kehadiran Siri di iPhone 4S, atau perubahan desain total di iPhone X," jelas pengamat. Fitur lipat (folding) yang sempat menjadi tren juga belum mampu membangkitkan gairah beli konsumen.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Produsen seperti Apple mendukung perangkat lawas dengan update software hingga tujuh tahun. Ini berarti pengguna iPhone 13 yang dirilis 2021 masih punya waktu setidaknya hingga 2028 sebelum dukungan resmi berakhir. "Ponsel saya belum memberikan sinyal bahwa waktunya habis. Jadi, saya tidak terburu-buru," pungkas pengguna tersebut.

Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat. Komunitas penggemar gadget di forum-forum lokal banyak yang memilih bertahan dengan ponsel flagship keluaran 2021-2022 ketimbang membeli model terbaru. Keputusan ini makin masuk akal mengingat daya beli yang tertekan dan minimnya fitur "wajib upgrade" yang benar-benar mengubah cara orang menggunakan ponsel sehari-hari.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top