Gubernur Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026, Ribuan Warga Padati Pusat Kota Bandung

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 18 Mei 2026 | 11:45:01 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi memimpin Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di pusat kota Bandung.

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momen Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 sebagai pengingat sejarah dan identitas masyarakat Sunda, bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Perhelatan yang digelar setiap tahun ini menjadi puncak peringatan Hari Tatar Sunda yang jatuh setiap 18 Mei.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan bahwa acara yang digelar pada Sabtu malam (16/5/2026) itu murni untuk mengangkat sejarah, budaya, dan identitas kesundaan yang berkembang sejak masa Kerajaan Sunda dan Pajajaran.

Simbol Kebesaran Budaya Sunda Diarak Sepanjang Rute

Salah satu momen yang menyedot perhatian penonton adalah arak-arakan Mahkota Binokasi. Pusaka peninggalan Kerajaan Sunda dan Pajajaran itu menjadi simbol kebesaran budaya masyarakat Sunda yang dikawal ketat dalam iring-iringan kereta kencana.

Para kepala daerah dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut berparade dengan menaiki kereta kencana berdesain khas wilayah masing-masing. Mereka mengiringi Gubernur Dedi Mulyadi yang memimpin langsung jalannya kirab dari awal hingga akhir.

Penampilan Khas Daerah Jadi Magnet Pengunjung

Sepanjang rute, penonton disuguhi beragam pertunjukan dari perwakilan tiap daerah. Kabupaten Bogor, misalnya, menampilkan peragaan busana bertema burung Merak dan Garuda serta tari Yudaini Badaya yang memukau warga yang berjejer di pinggir jalan.

Sementara itu, Kota Sukabumi berhasil menyedot perhatian lewat sendatari asal-muasal kota dan sandiwara Sunda bertajuk “Sri Asih” dengan tema Rahwana Beger. Pertunjukan ini menjadi salah satu yang paling banyak diabadikan pengunjung melalui ponsel mereka.

Pemprov Pastikan Nama Jawa Barat Tidak Berubah

Di tengah perayaan yang sarat nuansa historis, Mas Adi Komar memastikan bahwa nama Provinsi Jawa Barat tetap sah dan tidak berubah. Istilah Tatar Sunda yang digunakan dalam kegiatan tersebut lebih menitikberatkan pada aspek historis dan budaya, bukan persoalan administrasi pemerintahan.

“Tidak ada yang mengarah ke sana. Saya pikir kalau nama Provinsi Jawa Barat masih ada dalam undang-undang ya. Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi, tidak berkaitan dengan wilayah administratif,” kata Adi di Bandung, Minggu (17/5/2026).

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat jati diri, karakter, serta kesadaran sejarah generasi muda terhadap nilai-nilai luhur budaya Sunda. Rute sepanjang 3,5 kilometer yang dimulai dari Taman Kiara Arth, melintasi Jalan Jakarta dan Jalan Supratman, hingga berakhir di Gedung Sate berhasil menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati pusat kota sejak sore hari.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: jabarpublisher.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top