BANDUNG — Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Jawa Barat melalui program KUR 2026. Pinjaman ini menyasar usaha mikro yang memerlukan tambahan modal dengan bunga rendah dan tenor panjang.
Bunga yang dibebankan sekitar 6 persen efektif per tahun. Tenor pinjaman pun fleksibel hingga 60 bulan atau lima tahun, membuat angsuran lebih ringan di kantong.
Bagi pemilik warung atau produsen skala rumahan, pinjaman Rp1 juta bisa dicicil Rp86.527 per bulan selama setahun. Jika ingin lebih ringan, tenor 60 bulan hanya menagih Rp19.801 per bulan.
Berikut simulasi angsuran untuk beberapa nominal pinjaman:
Nominal tersebut masih simulasi. Angsuran final bisa berubah tergantung hasil analisis kredit dan kebijakan bank saat pencairan.
Calon debitur wajib Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Syarat utama lainnya adalah memiliki usaha produktif yang sudah berjalan minimal enam bulan.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain e-KTP, Kartu Keluarga, buku nikah bagi yang sudah menikah, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU). Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, pemohon harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Program ini tidak bisa diakses oleh mereka yang masih menerima kredit produktif dari bank lain. Skema KUR BRI 2026 diharapkan menjadi solusi pendanaan bagi UMKM di Jawa Barat yang ingin mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga tinggi.