BANDUNG — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mulai memperluas penataan pedagang kaki lima (PKL) ke sejumlah titik strategis. Kawasan Cicadas Market di Jalan Ahmad Yani menjadi prioritas karena jalur tersebut akan digunakan sebagai lintasan Bus Rapid Transit (BRT).
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyatakan pihaknya telah menertibkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Gatot Subroto untuk mengembalikan fungsi trotoar. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya kita akan terus melakukan kegiatan penertiban dan penataan kota ini tidak hanya di Gatot Subroto,” ujar Bambang dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.
Selain Cicadas Market, sejumlah lokasi lain masuk dalam daftar prioritas penataan. Bambang menyebut kawasan tersebut meliputi Jalan Banten, Panjunan, Astana Anyar, Pajagalan, kawasan Monumen Perjuangan (Monju), sekitar Gedung Sate, hingga area sekitar kampus Unpad Dipati Ukur.
Proses penataan di Cicadas Market dinilai mendesak. Pasalnya, Jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi pasar tersebut akan menjadi lintasan BRT. “Kita sekarang sedang melakukan pendekatan kepada koordinator. Bagaimanapun juga Jalan Ahmad Yani yang menjadi lokasi Cicadas Market itu akan menjadi lokus BRT juga. Pasti nantinya akan kita tertibkan,” katanya.
Satpol PP Kota Bandung mengedepankan pendekatan persuasif dan sosialisasi kepada para koordinator maupun pedagang sebelum proses penertiban dilakukan. Bambang mengatakan pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi terkait, mulai dari kewilayahan, Satgas PKL, hingga Diskop UKM.
“Kita tetap melakukan edukasi, pendekatan, kerja sama dengan KUKM dan Satgas PKL. Bagaimana kita melakukan penataan kota ini agar betul-betul nyaman buat warga masyarakat,” ujarnya.
Bambang turut mengapresiasi para PKL di kawasan Jalan Ibu Inggit Garnasih yang dinilai kooperatif dalam mendukung penataan kawasan heritage tersebut. Kawasan itu disebut akan ditata oleh pemerintah kota karena terdapat rumah Ibu Inggit, tokoh sejarah nasional.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para PKL yang bekerja sama dengan kita yang sudah mengosongkan Jalan Ibu Inggit (Jalan Ibu Inggit Garnasih). Karena di sana ada heritage, ada rumah Ibu Inggit, dan itu akan ditata oleh pemerintah kota,” katanya.