BOGOR — Kawasan Bogor Barat yang memiliki potensi besar di bidang perikanan, peternakan, dan pertanian akan menjadi lokomotif program ketahanan pangan terbaru Pemkot Bogor. DKPP Kota Bogor membentuk Koperasi Ketahanan Pangan yang tidak hanya menjadi wadah produksi, tetapi juga menjamin penyerapan hasil panen hingga ke tingkat pengolahan.
Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan koperasi ini dirancang untuk memperkuat rantai usaha pangan secara menyeluruh. Salah satu potensi yang akan dikembangkan adalah sektor perikanan lele yang akan dihubungkan dengan kelompok usaha pengolahan makanan.
“Pangan menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tidak bisa ditunda. Karena itu penguatan sektor pangan harus menjadi perhatian serius untuk masa depan kota,” ujar Dody dalam sambutannya.
Asisten II Setda Kota Bogor, Hanafi, menambahkan bahwa koperasi ini akan berperan sebagai offtaker atau penjamin pasar bagi hasil produksi anggota dan masyarakat. Dengan adanya jaminan pembelian, stabilitas harga pangan di tingkat petani dan peternak diharapkan lebih terjaga.
Menurut Hanafi, program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto, termasuk penguatan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan. Koperasi Ketahanan Pangan juga diproyeksikan mendukung pasokan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Koperasi harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan mendukung pasokan pangan untuk program pemerintah pusat seperti MBG,” kata Hanafi.
Peluncuran koperasi ini dirangkaikan dengan dialog entrepreneur muda. Tenaga Ahli Regulasi dan Risiko Keuangan Kementerian Keuangan RI, Arie Budiman, yang mewakili Menteri Keuangan, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi melalui penguatan koperasi dan UMKM.
Arie menilai pemerintah saat ini memiliki keberpihakan besar terhadap pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional. Ia mendorong agar koperasi lebih difokuskan pada sektor produktif seperti koperasi produsen agar dampak ekonominya lebih nyata.
“Melalui kreativitas entrepreneur muda dan koperasi produsen, manfaat ekonomi diharapkan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutupnya.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat, mengapresiasi langkah DKPP yang membangun konsep ketahanan pangan berbasis koperasi. Ia berharap potensi pertanian dan peternakan di Kota Bogor dapat terserap optimal hingga ke sektor hilir dan kuliner.
Koperasi ini nantinya akan menjadi wadah pembinaan langsung bagi kelompok masyarakat dan pelaku usaha pangan. Dengan pendekatan terpadu dari budidaya hingga pengolahan, Pemkot Bogor optimistis sektor pangan lokal bisa lebih tangguh menghadapi fluktuasi harga dan kebutuhan pasokan.