SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meninjau langsung kondisi sapi Predator pada Selasa (19/5/2026). Ia memastikan hewan tersebut dalam keadaan sehat dan layak disembelih sebagai kurban.
“Beratnya mencapai 1 ton 170 kilogram. Tadi sudah saya cek, kondisinya cukup sehat,” kata Ayep.
Pemilik lapak hewan kurban, Tisa Dera, mengungkapkan sapi Predator didatangkan dari Jawa Tengah delapan bulan lalu dengan bobot awal sekitar 900 kilogram. Setelah perawatan intensif, beratnya bertambah mendekati 1,2 ton.
“Umurnya sudah lebih dari tiga tahun dan sudah sangat cocok untuk kurban,” ujar Tisa.
Sapi ini mendapat pakan tiga kali sehari dengan takaran 30 hingga 90 kilogram per sekali makan. Pola pemberian pakan tersebut membuat bobot tubuhnya terus bertambah secara signifikan.
Tisa menjelaskan nama Predator diberikan karena ukuran tubuh sapi yang jauh lebih besar dibanding sapi pada umumnya. Hewan ini berjenis limosin murni yang dikenal memiliki postur tubuh raksasa.
Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan oleh petugas Dinas Peternakan, termasuk pengecekan feses dan kondisi fisik sapi. “Insyaallah aman dan sehat,” kata Tisa.
Wali Kota Ayep Zaki mengatakan bantuan hewan kurban dari presiden merupakan agenda rutin tahunan dengan lokasi penyembelihan yang bergilir di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Tahun sebelumnya, penyembelihan dilakukan di kawasan Babakan Muncang, Ciaul.
“Sekarang pindah ke Cigunung. Tahun depan akan dipilih lagi lokasi yang berbeda,” ujar Ayep.
Sapi Predator akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga melalui sebuah pondok pesantren di wilayah Cigunung. Hewan kurban ini menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dikirimkan ke Kota Sukabumi dalam program bantuan presiden.