RUMPIN — Keributan sempat terjadi di lingkungan SDN Kertajaya 04, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, saat puluhan wali murid menggelar aksi protes. Mereka datang bukan untuk menuntut, melainkan untuk meluruskan informasi yang beredar soal dugaan pungli dalam acara perpisahan atau yang akrab disebut "samenan" siswa kelas 6.
Para wali murid yang mayoritas ibu-ibu itu menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan sudah melalui forum musyawarah antara komite sekolah dan orang tua siswa. Mereka menolak keras jika iuran tersebut dilabeli sebagai pungli.
"Kami semua tahu dan setuju. Tidak ada yang dipaksa. Ini murni kesepakatan untuk acara anak-anak," ujar salah satu perwakilan wali murid di lokasi, Senin lalu.
Isu pungli ini pertama kali mencuat setelah seorang pihak ketiga melaporkan dugaan penarikan biaya di luar SPP. Laporan itu menyebutkan nominal tertentu yang diminta sekolah untuk acara perpisahan. Namun, setelah ditelusuri, klaim itu langsung dibantah oleh para orang tua yang justru datang membela pihak sekolah.
Mereka menganggap tuduhan itu tidak berdasar dan merugikan nama baik SDN Kertajaya 04. Apalagi, acara perpisahan merupakan tradisi tahunan yang sudah direncanakan bersama sejak awal semester.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Para ibu-ibu berkumpul di halaman sekolah sambil membawa spanduk bertuliskan dukungan terhadap pihak sekolah. Suasana sempat riuh, namun tidak ada tindakan anarkis. Mereka hanya meminta klarifikasi dan memastikan bahwa tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi.
Kepala SDN Kertajaya 04, yang enggan disebutkan namanya, akhirnya menemui para wali murid. Dalam pertemuan singkat itu, ia menjelaskan kembali rincian penggunaan dana yang telah disepakati dalam rapat komite. Para orang tua pun menyatakan puas dengan penjelasan tersebut.
Setelah aksi tersebut, pihak sekolah berencana memperkuat transparansi keuangan dengan melibatkan perwakilan wali murid dalam setiap pengeluaran. Langkah ini diambil agar ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman serupa yang berujung pada kegaduhan.
"Kami akan buat laporan tertulis dan ditempel di papan pengumuman. Semua harus jelas," tambah sang kepala sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, polsek setempat belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungli tersebut. Namun, mereka memastikan akan memantau perkembangan situasi di lingkungan sekolah.