BOGOR — Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bogor untuk meluncurkan dua program strategis di bidang pendidikan. Kebijakan tersebut mencakup pemberian beasiswa baru dan pembukaan akses penuntasan ijazah yang selama ini tertahan di sejumlah sekolah.
Program beasiswa ini menyasar pelajar dari keluarga tidak mampu yang berprestasi di jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat. Pemkot Bogor mengalokasikan dana khusus untuk memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen pemkot dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah. Pendaftaran dibuka secara online melalui portal resmi Dinas Pendidikan.
Selain beasiswa, Pemkot Bogor juga membuka layanan pengambilan ijazah bagi warga yang belum mengambil dokumen kelulusan mereka. Banyak ijazah tertahan karena tunggakan biaya sekolah atau administrasi yang belum rampung.
Pemkot memberikan keringanan dengan menghapus denda keterlambatan dan mempermudah prosedur pengambilan. Warga yang lulus dalam lima tahun terakhir bisa langsung mengurusnya di sekolah masing-masing dengan membawa dokumen kependudukan.
Fenomena ijazah tertahan kerap terjadi di berbagai daerah, termasuk Bogor. Penyebabnya beragam, mulai dari tunggakan SPP, biaya pembangunan sekolah, hingga administrasi yang tidak lengkap saat kelulusan. Akibatnya, banyak lulusan kesulitan melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan karena dokumen penting itu tidak bisa digunakan.
Pemkot Bogor menyadari masalah ini dan menjadikannya prioritas pada HJB ke-544. Dengan membuka akses penuntasan, pemerintah berharap warga bisa segera mendapatkan hak administratif mereka tanpa beban biaya tambahan.
Pemkot Bogor akan memantau realisasi kedua program ini melalui laporan dari masing-masing sekolah. Jika ada kendala di lapangan, dinas terkait siap membuka posko pengaduan. Program beasiswa dan penuntasan ijazah ini berlaku mulai pekan ini hingga akhir tahun ajaran mendatang.