BANDUNG — Keputusan Dedi Mulyadi untuk merogoh kocek pribadi demi memberi bonus kepada Persib Bandung menuai perhatian publik. Pria yang akrab disapa KDM itu menyebutkan bahwa dana Rp 1 miliar tersebut merupakan keuntungan dari bisnis peternakan sapi yang ia jalani.
“Saya lagi panen sapi, namanya panen sapi pasti ada untungnya. Rp 1 miliar saya akan berikan sebagai bonus untuk Persib Bandung,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Minggu (24/5/2026).
Bonus ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi Persib Bandung yang berhasil menjadi juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia selama tiga musim beruntun. Prestasi tersebut dinilai sebagai kebanggaan bagi masyarakat Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemberian bonus ini sama sekali tidak menyentuh dana APBD. Ia ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap tim kebanggaan bisa dilakukan tanpa membebani keuangan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan KDM sebelum ia ikut membaur dengan para suporter dan pemain dalam konvoi juara Persib di Kota Bandung. Dalam konvoi itu, Dedi Mulyadi terlihat menunggangi sepeda motor di tengah ribuan bobotoh yang merayakan gelar juara.
Konvoi tersebut menjadi puncak selebrasi yang sudah dinanti oleh para pendukung setia Persib. Ribuan orang memadati sepanjang jalan di pusat Kota Bandung untuk menyambut tim kesayangan mereka.
Dedi Mulyadi dikenal memiliki usaha peternakan sapi yang cukup besar. Hasil panen sapi secara berkala menjadi salah satu sumber pemasukan pribadinya. Langkahnya memberikan bonus dari hasil usaha pribadi ini dinilai sebagai contoh transparansi dan kemandirian finansial seorang pejabat publik.
“Ini murni uang pribadi, tidak ada kaitannya dengan anggaran negara atau daerah. Saya ingin memberikan contoh bahwa pejabat juga bisa berbagi dari hasil kerja keras sendiri,” ujar KDM.
Bonus Rp 1 miliar dari Dedi Mulyadi ini menjadi salah satu cerita menarik di balik keberhasilan Persib Bandung musim ini. Selain prestasi di lapangan, perhatian publik juga tertuju pada cara unik sang gubernur dalam memberikan apresiasi.