BANDUNG — Harga kebutuhan pokok yang kerap naik di pasaran mendorong Pemkot Bandung untuk hadir langsung ke tengah warga. Melalui DKPP, gerakan pangan murah digelar di Panyileukan pada Kamis (16/7/2026) dan langsung diserbu warga yang ingin berbelanja dengan harga lebih ringan.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas seperti sayuran segar dan bahan pokok lainnya dijual dengan harga di bawah harga pasar. Langkah ini diambil untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.
Kepala DKPP Kota Bandung, melalui keterangan yang diterima, menyebut bahwa gerakan pangan murah ini akan terus digalakkan secara berkala. "Kami ingin memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga terjangkau bagi warga," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Antara.
Pemkot Bandung mencatat bahwa lonjakan harga beberapa komoditas, terutama cabai dan bawang, kerap menjadi pemicu inflasi bulanan. Dengan adanya pasar murah, warga bisa mendapatkan barang dengan selisih harga yang signifikan dibandingkan di pasar tradisional.
Sejak pagi, warga Panyileukan dan sekitarnya sudah berdatangan ke lokasi gerakan pangan murah. Mereka membawa kantong belanja sendiri untuk membawa pulang sayuran, minyak goreng, dan beras yang dijual dengan harga khusus. Salah seorang warga, Siti (45), mengaku sangat terbantu. "Harganya jauh lebih murah, kualitasnya juga bagus. Semoga sering diadakan," katanya.
Gerakan pangan murah ini menjadi salah satu instrumen Pemkot Bandung dalam mengendalikan gejolak harga. DKPP berencana memperluas jangkauan ke kecamatan-kecamatan lain yang harga pangannya dinilai masih tinggi. Warga diimbau untuk memantau jadwal pasar murah berikutnya melalui kanal informasi resmi pemerintah kota.