Pencarian

151 KKMP di Kota Bandung Vakum, Pengurus Inisiatif Bentuk Koperasi Sekunder demi Pasok Sembako Murah

Sabtu, 18 Juli 2026 • 14:40:31 WIB
151 KKMP di Kota Bandung Vakum, Pengurus Inisiatif Bentuk Koperasi Sekunder demi Pasok Sembako Murah
Berikut 5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan:

BANDUNG — Ratusan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bandung yang sudah mengantongi badan hukum sejak Juni 2025 ternyata belum beroperasi maksimal. Sebagian besar koperasi primer itu masih vakum dan belum memberikan layanan kepada anggotanya.

Kondisi itu mendorong sejumlah pengurus KKMP yang peduli untuk berhimpun. Mereka sepakat mendirikan Koperasi Merah Putih (KMP) Kota Bandung Sekunder sebagai wadah koordinasi dan pemasok barang bagi koperasi-koperasi di tingkat kelurahan.

Didirikan di Hadapan Notaris, 10 Persen KKMP Sudah Bergabung

KMP Kota Bandung Sekunder resmi berdiri pada 17 Juli 2026 di hadapan Notaris Devi Elora, S.H., M.Kn. Pendiriannya ditandatangani oleh Dodi Cahyadi, Sudiman Bonavarte, Imran Ramdani, Sukidi, Herjani M, Bob, Priyatna Nitikusumah, serta didampingi pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Erna.

Dalam forum tersebut, Dr. Dodi Cahyadi yang juga Ketua KKMP Sukaluyu ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua KMP Kota Bandung Sekunder untuk masa bakti lima tahun. Sementara Sudiman Bonavarte dipercaya menjabat Ketua Dewan Pengawas.

“Alhamdulillah melalui berbagai halangan dan rintangan dan hambatan dan bermodalkan semangat kegotongroyongan dan kebersamaan demi membantu mewujudkan kesejahteraan anggota, pada tanggal 17 Juli 2026 dihadapan Notaris DEVI ELORA,S.H., M.Kn. KMP Kota Bandung Sekunder resmi berdiri,” ujar Sudiman, Sabtu (18/7/2026).

Sistem Konsinyasi: KKMP Primer Tak Perlu Modal di Awal

Sudiman menambahkan, pemilihan Dodi Cahyadi sebagai ketua didasarkan pada keberhasilannya memimpin KKMP Sukaluyu. Koperasi tersebut dinilai sukses membangun gerai sembako dan mendapat kepercayaan dari distributor maupun prinsipal.

“Sehingga anggotanya mendapatkan pelayanan kebutuhan dengan harga yang bersaing dengan mart-mart yang ada,” kata Sudiman.

Ketua KMP Kota Bandung Sekunder, Dodi Cahyadi, menjelaskan bahwa koperasi sekunder ini akan menjadi pemasok barang bagi KKMP primer dengan sistem konsinyasi. Artinya, KKMP primer tidak perlu menyetor modal di muka.

“Silahkan mengajukan daftar kebutuhan barang, nanti barang dikirim dan bayar sesudah barang terjual,” ujar Dodi.

Target: 141 KKMP Lainnya Segera Bergabung

Saat pendirian, baru sekitar 10 persen atau sekitar 15 KKMP yang bergabung menjadi anggota KMP Sekunder. Namun Sudiman optimistis 141 KKMP lainnya di Kota Bandung akan segera mendaftar.

“Kami akan segera menyosialisasikan kehadiran dan peran KMP Kota Bandung Sekunder serta manfaatnya bagi KKMP primer,” ucapnya.

Dodi menambahkan, ke depan distributor atau prinsipal bisa langsung mengirim barang ke alamat KKMP primer. Dengan begitu, jalur distribusi menjadi lebih pendek dan biaya transportasi bisa ditekan.

“Dengan hadirnya KMP Kota Bandung Sekunder para distributor atau prinsiple tidak harus melayani 151 KKMP, tapi cukup dengan satu koperasi sekunder bisa melayani KKMP se Kota Bandung,” pungkas Dodi.

Bagikan
Sumber: brilianews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks