JAWA BARAT — Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Selatan di Hotel Halogen, Kelapa Lima, Merauke. Dalam sambutannya, ia menekankan semboyan 'Izakod Bekai Izakod Kai'—frasa dari Suku Marind yang berarti 'Satu Hati, Satu Tujuan'—sebagai fondasi kebersamaan peserta yang berasal dari Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.
"Izakod Bekai Izakod Kai. Apalagi perwakilannya itu banyak dari mana-mana, ada Merauke, Mappi, Asmat, Boven Digoel. Tapi tetap hidup rukun. Ini adalah bukti empat pilar sudah mendarah daging dan semoga ini bisa diamalkan terus dalam kehidupan sehari-hari," ujar Siti.
Sembilan Sekolah Lolos ke Tingkat Provinsi
Sebanyak sembilan sekolah berhasil melaju ke babak provinsi setelah melewati seleksi di tingkat kabupaten. Mereka adalah SMA Negeri 1 Merauke, SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, SMA Negeri 1 Kurik, MA Al-Munawwaroh, SMA Plus Muhammadiyah Merauke, SMA Negeri 1 Muting, SMA YPPK Yaades XXIII Merauke, dan SMA Yapis 1 Merauke.
Siti mengingatkan para peserta untuk tidak terburu-buru menekan bel jawaban sebelum soal selesai dibacakan MC. "Lomba ini bukan hanya cepat memencet ya, tapi cepat, tepat dan cermat, sebab kadang-kadang banyak yang buru-buru pencet soal belum selesai akhirnya menyesal," tuturnya.
Pemenang Akan Berlaga di Jakarta
Pemenang LCC tingkat provinsi akan bertanding di tingkat nasional di Jakarta pada Agustus 2026. Siti menekankan bahwa mereka tidak hanya membawa nama sekolah, melainkan nama Provinsi Papua Selatan. "Artinya nanti yang mewakili harus belajar lagi dan yang tidak ke Jakarta, mendukung sekolah yang mewakili ke Jakarta. Lomba ini dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mempererat kebersamaan dan persaudaraan," kata Siti.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Marteh Rummar, menyambut antusias ajang ini. Ia menyebut semboyan 'Izakod Bekai Izakod Kai' sebagai motor semangat pembangunan daerah. "Dengan hangat kita di hari ini terimalah salam kami salam orang Merauke, 'Izakod Bekai Izakod Kai'. Satu hati, satu tujuan membangun Kota Merauke dan juga membangun Provinsi Papua Selatan," paparnya.
LCC Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Kewarganegaraan
Marteh menilai LCC Empat Pilar membawa semangat nasionalisme dan persaingan sehat bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa pemenang yang terpilih adalah yang terbaik dari yang terbaik tanpa faktor lain. "Artinya bahwa di hari ini siapapun yang akan terpilih bukan karena ada faktor tertentu tapi yang terpilih nanti adalah yang terbaik dari yang terbaik," tuturnya.
Ia juga berharap ajang ini dapat mendorong penguatan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di seluruh sekolah di Papua Selatan. "Kabupaten Merauke sendiri kurang lebih 20 SMA dan SMK. Begitu pula dengan kabupaten lain, kita masukkan sebagai bagian terpenting dalam mata pelajaran PKN. Ke depan lomba kita itu akan lebih ketat dan juga yang terpilih nanti itu mungkin yang sangat-sangat luar biasa," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen MPR RI Dra Triyatni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Adi Christianto Depparinding, serta Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR RI Kartika Indriati Sekarsari. Dewan juri daerah berasal dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, yakni Dr. Julianto Jover Jotam Kalalo, Dr. Anton Johanis Silubun, dan Dr. Yuldiana Zesa Asis.