BANDUNG — Selama puluhan tahun, ribuan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Jawa Barat menjadi garda terdepan pendampingan warga, mulai dari mengantar pasien ke rumah sakit, mendampingi lansia, hingga membantu korban bencana. Sebagian besar dari mereka bekerja tanpa sorotan publik. Kini, IPSM Jawa Barat mencoba mengubah situasi itu lewat sebuah kompetisi digital.
The Best IPSM Competition 2026 mengajak para PSM mengunggah aktivitas kemanusiaan mereka melalui Facebook, Instagram, dan TikTok. Penilaian tidak hanya berdasarkan kreativitas konten, tetapi juga nilai kepedulian, dampak sosial, konsistensi pendampingan, dan keterlibatan masyarakat sekitar.
Ketua IPSM Provinsi Jawa Barat, Subchan Daragana, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar lomba konten. “Sudah saatnya pengabdian para Pekerja Sosial Masyarakat dikenal lebih luas. Selama lebih dari 51 tahun mereka hadir membantu masyarakat tanpa banyak diketahui. Kami ingin kisah-kisah baik itu menjadi inspirasi bagi publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap IPSM,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, IPSM Jawa Barat bersama Itqan Peduli menyiapkan hadiah utama berupa satu paket umrah gratis bagi PSM terbaik di setiap kabupaten/kota. Total ada 27 paket umrah yang diperebutkan oleh para pendamping sosial di seluruh Jawa Barat.
Menurut Subchan, di era digital organisasi sosial tidak cukup hanya bekerja di lapangan. “Media sosial hari ini bukan sekadar ruang berbagi informasi. Ia telah menjadi ruang edukasi, ruang membangun kepercayaan, dan ruang menggerakkan kepedulian. Karena itu kami mengajak seluruh PSM untuk mulai menceritakan aksi-aksi kemanusiaan yang mereka lakukan,” katanya.
IPSM merupakan mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Jawa Barat. Setiap hari, para PSM mendampingi kelompok rentan: lansia, penyandang disabilitas, anak terlantar, keluarga miskin, hingga masyarakat terdampak bencana.
Melalui kompetisi ini, IPSM berharap publik semakin mengenal peran strategis para pekerja sosial yang selama ini bekerja dalam senyap. Dokumentasi aksi kemanusiaan di media sosial juga diharapkan bisa menggerakkan kepedulian masyarakat luas terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka.