JAWA BARAT — Setelah enam tahun, reMarkable akhirnya memperbarui lini tablet andalannya. Paper Pure hadir dengan pendekatan yang sama seperti pendahulunya: menjauhkan pengguna dari layar ponsel dan laptop, lalu mengembalikan sensasi menulis seperti di kertas sungguhan. Perangkat ini tidak punya notifikasi, tidak bisa multitasking, dan tidak dirancang untuk menggantikan iPad atau laptop.
Menulis dan mencari catatan tangan. Paper Pure meningkatkan fitur pencarian tulisan tangan, sehingga pengguna bisa mencari kata kunci di seluruh catatan. Fitur ini langsung berguna saat menulis review atau riset — saya sendiri menulis ulasan ini di tablet menggunakan konversi tulisan tangan, lalu mengeditnya di WordPress.
Sinkronisasi kalender. Fitur baru yang memungkinkan kalender disinkronkan ke perangkat. Pengguna bisa melihat detail rapat dari ikon kalender, lalu mulai mencatat langsung di blok rapat tersebut. Setelah selesai, catatan bisa dikonversi dan dibagikan dalam satu sentuhan — tautan dikirim ke email untuk diakses atau dibagikan ke orang lain.
Mengirim artikel sebagai notebook native. Kini pengguna bisa mengirim artikel dari browser langsung ke Paper Pure sebagai notebook. Di dalamnya, teks bisa disorot, ditambahi catatan, lalu dikirim ke web app reMarkable. Sayangnya, artikel-artikel itu tidak otomatis masuk ke folder terpisah — masih perlu diatur manual.
Paper Pure masih belum ideal untuk PDF. Saat saya mengimpor panduan review, tepi halaman terpotong. Untuk ePUB, pengalaman membacanya masih kalah dibanding Kindle. Perangkat ini memang bukan e-reader serbaguna — reMarkable memposisikannya sebagai alat kerja untuk mencatat, membuat sketsa, dan membaca dokumen atau artikel.
Harganya juga tidak murah. Dengan 399 dolar AS (Rp 6,6 juta), perangkat ini hanya untuk mereka yang benar-benar butuh alat tulis digital tanpa distrasi. Tidak cocok untuk yang mencari tablet all-in-one.
Saya menggunakan Paper Pure untuk menulis seluruh ulasan ini. Pengalaman menulis terasa lebih tajam dibanding reMarkable 2. Saat menulis di MacBook, saya sering tergoda membuka tab atau aplikasi lain — seperti membuka kulkas untuk ngemil. Dulu saya pergi ke kafe untuk memikirkan ide cerita, tapi perangkat yang terhubung internet tetap tidak membantu. Dengan Paper Pure, saya jadi terbiasa membawa hanya tablet ini untuk menulis ide atau draf kasar. Konversi tulisan tangan juga cukup akurat, bahkan untuk tulisan saya yang jelek.
Paper Pure menepati janji utamanya: menulis tanpa gangguan. Perangkat ini bukan untuk semua orang, tapi bagi penulis, peneliti, atau desainer yang ingin fokus, ini alat yang pas. reMarkable belum menambahkan fitur AI canggih, dan itu tidak masalah — yang lebih menarik adalah bagaimana mereka akan mengintegrasikan alat AI setelah catatan diekspor. Untuk pengguna Indonesia, perangkat ini bisa dibeli langsung dari situs resmi reMarkable, namun perlu diingat belum ada distributor resmi di dalam negeri.