JAWA BARAT — Meski ditutup menguat, pasar emas batangan domestik masih membayangi level tertinggi yang pernah tercatat. Sepanjang tahun ini, harga emas Antam sempat menyentuh rekor psikologis di angka Rp3,168 juta per gram pada Kamis, 29 Januari 2026. Artinya, level saat ini masih terkoreksi sekitar 17 persen dari puncaknya.
Di sisi lain, harga buyback—nilai yang diterima nasabah saat menjual kembali emasnya ke Antam—melonjak lebih tajam. Pada perdagangan terakhir bulan ini, harga buyback naik Rp17.000 ke posisi Rp2,398 juta per gram. Selisih antara harga jual dan buyback ini mencerminkan margin yang menjadi keuntungan Antam sekaligus biaya pemrosesan bagi konsumen. Rincian Harga Emas Antam per 31 Juli 2026
Untuk transaksi ritel, Antam membanderol emas batangan dengan berbagai pecahan. Pada ukuran terkecil 0,5 gram, konsumen perlu merogoh kocek Rp1,361 juta. Sementara untuk ukuran yang lebih besar, berikut rincian lengkapnya:
- 1 gram: Rp2,623 juta - 2 gram: Rp5,186 juta - 3 gram: Rp7,754 juta - 5 gram: Rp12,890 juta - 10 gram: Rp25,725 juta - 25 gram: Rp64,187 juta - 50 gram: Rp128,295 juta - 100 gram: Rp256,512 juta - 250 gram: Rp641,015 juta - 500 gram: Rp1,281 miliar - 1.000 gram: Rp2,563 miliar
Harga-harga tersebut merupakan harga dasar untuk pembelian di gerai resmi Logam Mulia. Biasanya, Antam mengenakan tambahan biaya atau premium untuk pembelian di atas harga dasar ini, tergantung kebijakan mitra penjualan. Harga Perak Ikut Menguat
Bukan hanya emas, harga logam mulia lainnya—perak—juga mencatatkan penguatan pada hari yang sama. Harga perak naik Rp850 menjadi Rp40.050 per gram. Kenaikan ini mengikuti tren positif logam mulia secara umum di tengah fluktuasi pasar global.
Bagi masyarakat yang berencana berinvestasi, selisih harga jual dan buyback emas Antam yang cukup lebar perlu menjadi perhatian. Kondisi ini berarti investor harus menunggu kenaikan harga yang signifikan untuk bisa memperoleh keuntungan saat menjual kembali. Meski demikian, emas batangan bersertifikat Antam tetap menjadi pilihan utama karena likuiditasnya yang tinggi dan diakui sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.