Pencarian

Harga Gabah di Pantura Jawa Barat Tembus Rp8.000 per Kg, Petani Rasakan Lonjakan Nilai Tukar Sepanjang 2025

Selasa, 28 Juli 2026 • 18:55:31 WIB
Harga Gabah di Pantura Jawa Barat Tembus Rp8.000 per Kg, Petani Rasakan Lonjakan Nilai Tukar Sepanjang 2025
Petani menuai Gabah Kering Panen (GKP) di kawasan Pantura Jawa Barat dengan harga tembus Rp8.000 per kilogram, melampaui standar pemerintah Rp6.500 per kilogram.

BANDUNG — Petani di Jawa Barat, khususnya di wilayah Pantura, menikmati musim panen dengan harga gabah yang melampaui ekspektasi. Sekretaris DTPH Jawa Barat, Yanti Hidayatun Zakiah, mengungkapkan bahwa harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani rata-rata mencapai Rp6.552 per kg sepanjang 2025, naik signifikan dari posisi Rp6.393 per kg pada 2024.

"Petani luar biasa senang. Pemerintah menetapkan standar Rp6.500 per kg, tetapi di lapangan, khususnya kawasan Pantura, pembeli berebut, hingga harga dibeli di atas itu, ada yang Rp7.000 sampai Rp8.000 per kg. Ini mendongkrak grafik NTP Jabar secara konsisten," ujar Yanti di Bandung, Senin.

Indikator Kesejahteraan Petani Terus Menanjak

Yanti menjelaskan bahwa indikator utama kesejahteraan petani yang diukur Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukkan grafik yang terus menanjak. Artinya, indeks penerimaan hasil panen jauh melampaui indeks pengeluaran petani selama setahun terakhir.

Kondisi ini tidak hanya dipicu oleh harga pasar yang bergairah, tetapi juga oleh kepastian produksi. DTPH Jabar memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi jaminan utama bagi petani untuk musim tanam 2026.

Stok Pupuk Bersubsidi Aman Hingga Akhir Tahun

DTPH Jawa Barat mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi periode Januari-Juni 2026 telah mencapai 504.738 ton, atau 47,55 persen dari total kuota 1,06 juta ton. Sementara itu, stok untuk semester II (Juli-Desember 2026) masih aman di angka 556.849 ton atau 52,45 persen dari total kuota.

"Kita pastikan distribusi ke daerah berjalan lancar sehingga dipastikan tidak ada kelangkaan di tingkat petani," tutur Yanti.

Dengan harga gabah yang tinggi dan pasokan pupuk yang terjamin, semangat budidaya padi di Jawa Barat diprediksi meningkat untuk tahun 2026. Lonjakan harga di Pantura menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi perdesaan di provinsi dengan jumlah petani terbanyak di Indonesia ini.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks