Maestro Seni Rupa Nasirun Tutup Usia, Hidup Sederhana Tanpa Gawai Jadi Warisan Berharga

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:17:01 WIB
Maestro seni rupa Nasirun meninggal dunia di Jawa Barat, meninggalkan warisan karya dan prinsip hidup sederhana.

JAWA BARAT — Kepergian Nasirun meninggalkan ruang kosong di jagat seni rupa Indonesia. Sosoknya bukan hanya dikenal karena goresan kuas yang khas, tetapi juga karena sikap hidupnya yang teguh memegang prinsip kemerdekaan berkarya.

Di tengah hiruk-pikuk industri kreatif yang serba digital, Nasirun justru memilih jalan sunyi. Ia membuktikan bahwa ketergantungan pada perangkat teknologi bukanlah syarat mutlak untuk melahirkan karya-karya yang menginspirasi banyak orang.

Prinsip Hidup Sang Maestro: Menolak Terpenjara Gawai

Nasirun adalah representasi langka dari seniman yang mampu menjaga jarak dari hiruk-pikuk modernitas. Pilihan hidupnya untuk tidak terikat pada gawai adalah sebuah pernyataan artistik sekaligus filosofi hidup yang ia jalani dengan konsisten.

Bagi Nasirun, kebebasan berkarya justru lahir dari keterbatasan dan kesederhanaan. Ia memilih untuk fokus pada proses kreatif dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitarnya, sebuah pendekatan yang membuat karyanya terasa autentik dan dekat dengan akar budaya.

Warisan Karya dan Dedikasi untuk Seni Rupa

Dedikasi Nasirun pada dunia seni rupa tidak pernah surut. Ia dikenal sebagai perupa yang produktif dan memiliki ciri khas visual yang kuat, seringkali mengangkat tema-tema keseharian masyarakat kelas pekerja dengan sentuhan humor dan kritik sosial yang halus.

Meskipun telah tiada, jejak dan pemikiran Nasirun akan terus hidup melalui kanvas-kanvas karyanya. Sikapnya yang rendah hati dan teguh pada prinsip menjadi pelajaran berharga bagi generasi seniman muda Indonesia tentang arti sebuah konsistensi dan kemerdekaan dalam berkarya.

Kepergian Nasirun menjadi pengingat bahwa esensi seni tidak pernah bergantung pada alat, melainkan pada jiwa dan kepekaan senimannya terhadap lingkungan sekitar.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top