BMKG: El Nino 2026 Kini Berkategori Kuat, Indeks ENSO Tembus +1,59 dan Berpotensi Jadi Sangat Kuat

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:37:31 WIB
El Nino 2026 kategori kuat dengan indeks ENSO +1,59 terpantau di Samudra Pasifik bagian tengah.

JAWA BARAT — Ancaman kekeringan ekstrem menghadang sejumlah wilayah Indonesia. Data pemantauan terbaru BMKG menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah telah melampaui ambang batas kategori kuat, dengan indeks ENSO berada di posisi +1,59. Angka ini masih berpeluang naik lebih tinggi lagi.

Wilayah Paling Terdampak dan Proyeksi Curah Hujan

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan, dampak El Nino tidak akan merata. Wilayah di selatan garis khatulistiwa—mencakup Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera bagian selatan—diproyeksikan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologis.

"Begitu musim hujan terjadi, pengaruh El Nino di Indonesia sudah tidak signifikan," kata Teuku dalam Dialog Nasional yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas, Selasa (4/8).

Sebaliknya, wilayah seperti pantai barat Sumatera dan Kalimantan bagian utara diperkirakan tidak mengalami penurunan curah hujan secara signifikan karena memiliki pola hujan yang berbeda. Secara nasional, curah hujan pada Agustus hingga September 2026 diprediksi berada pada kategori rendah hingga sangat rendah.

Kronologi Penguatan dan Durasi Fenomena

Potensi kekeringan ini sebenarnya telah diingatkan BMKG sejak pertengahan Maret 2026, saat fenomena tersebut masih diproyeksikan berada pada kategori moderat. Statusnya kemudian resmi diperbarui setelah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menetapkan El Nino telah aktif pada 2 Juni 2026.

BMKG mencatat El Nino yang mulai aktif pada Juni 2026 ini diperkirakan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan. Namun, durasi tersebut tidak berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode itu—pengaruhnya akan melemah saat musim hujan tiba sekitar pertengahan Oktober 2026.

Antisipasi Lintas Sektor dan Operasi Modifikasi Cuaca

Teuku menjelaskan, fenomena ini berpotensi mengganggu sektor pertanian, penyediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, kebakaran hutan dan lahan, energi, kesehatan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejak beberapa bulan terakhir, BMKG bersama kementerian dan lembaga terkait telah menjalankan langkah antisipasi. Salah satu yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca untuk mengisi bendungan yang mengalami penurunan kapasitas air serta mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, kondisi El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat yang ditunjukkan oleh anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4. Kami menggunakan data periode Mei, Juni, dan Juli yang menunjukkan El Nino dengan indeks ENSO +1,59 berada pada posisi kuat yang berpotensi menjadi sangat kuat," ujarnya.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top