Tim Tanggap Darurat Australia Puji Fasilitas Pelatihan GRN di Balikpapan: "Kami Tak Punya Gedung Semegah Ini"

Penulis: Khoirul Anwar  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:15:31 WIB
Peserta IMERC 2026 dari Tim NTR Australia mengikuti tantangan penyelamatan di fasilitas pelatihan Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, Sabtu (8/8).

JAWA BARAT — Kompetisi tanggap darurat pertambangan yang mempertemukan 24 tim dari Indonesia dan Australia ini memasuki hari ketiga dengan lima kategori tantangan. Seluruh skenario dirancang menyerupai kondisi darurat nyata di lapangan, menuntut peserta bergerak cepat sekaligus mengambil keputusan tepat dalam koordinasi tim.

Belajar Teknik Penyelamatan yang Tak Ada di Australia

Tim NTR menjadi salah satu peserta yang menyelesaikan tantangan hari ketiga, mencakup tiga kategori: Confined Space Rescue, Vertical Rescue, dan Under Water Rescue & Recovery. Sehari sebelumnya, mereka telah menuntaskan tiga kategori lainnya.

Kapten Tim NTR, Alice, mengungkapkan bahwa teknik penyelamatan bawah air justru menjadi pelajaran berharga bagi timnya. "Di Australia kami tidak mendapatkan pelatihan mengenai Under Water Rescue, jadi kami belajar banyak dengan berlatih dan melihat tim Indonesia melakukan penyelamatan itu," terangnya.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut menjadi nilai penting dalam kompetisi yang mempertemukan tim emergency response dari dua negara.

Fasilitas GRN Disebut Lebih Megah dari Standar Australia

Selain aspek teknis, Tim NTR juga memberikan penilaian tinggi terhadap fasilitas pelatihan dan simulasi milik Garuda Rescue Nusantara yang menjadi lokasi penyelenggaraan IMERC 2026. "Fasilitas ini sungguh luar biasa. Bangunannya megah dan memiliki fasilitas yang lengkap. Bahkan di Australia kami tidak memiliki gedung semegah dan selengkap seperti GRN ini," ungkap Alice.

Pujian tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur pelatihan tanggap darurat di Indonesia kini mampu bersaing dengan standar internasional, setidaknya dalam penyelenggaraan event berskala global.

Pergeseran Prioritas: Penanganan Korban Mengalahkan Kecepatan

Founder IMERC, Jen Pearce, mencatat perubahan signifikan pada perilaku peserta tahun ini dibanding penyelenggaraan 2025. Jika sebelumnya banyak tim terlalu berorientasi pada kecepatan, kini aspek penanganan korban mulai menjadi perhatian utama.

"Di event MERC Australia, penanganan korban adalah yang dinilai utama. Kecepatan atau waktu mempunyai poin kecil," ujar Jen. "Jika tahun lalu kami masih banyak melihat tim yang ikut serta sangat terburu-buru menangani korban, tahun ini kami melihat banyak tim yang sudah memprioritaskan korban dibanding waktu penanganan. Itu sesuatu yang sangat bagus."

Pergeseran ini menegaskan bahwa kompetisi emergency response tidak hanya mengukur kecepatan menyelesaikan tantangan, melainkan juga ketepatan prosedur, pengambilan keputusan, serta koordinasi tim dalam memastikan keselamatan korban.

Dua Kategori Terakhir Menanti di Hari Penutup

IMERC 2026 akan memasuki hari terakhir pada Minggu (9/8) dengan dua kategori pamungkas: Individual Skill dan Fire Fighter Combat Challenge. Kegiatan yang berlangsung 6–9 Agustus 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Garuda Rescue Nusantara dengan Mining Emergency Rescue Competition (MERC) Australia, serta mendapat dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Memasuki tahun kedua, ajang ini tidak sekadar kompetisi antar-tim penyelamat, tetapi menjadi ruang pertukaran pengalaman antara responder Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kompetensi, jejaring, dan kesiapan komunitas emergency response dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan pertambangan.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top