Geely EX2 di GIIAS 2026: Harga OTR Rp 200 Jutaan, Ini Bedanya dengan BYD Atto 1

Penulis: Luthfi Hakim  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25:01 WIB
Geely EX2 dipamerkan di area GIIAS 2026, menampilkan bodi kompak dengan desain modern.

JAWA BARAT — Persaingan mobil listrik entry-level di Indonesia memang sedang panas. Kehadiran Geely EX2 di GIIAS 2026 menambah daftar pilihan bagi konsumen yang mengincar EV di bawah Rp 250 juta. Kami sudah merangkum harga, spesifikasi, dan posisi EX2 melawan kompetitornya berdasarkan data resmi yang dirilis di ajang tersebut.

Harga OTR Jakarta: Dua Varian dengan Selisih Tipis

Geely memasarkan EX2 dalam dua trim, yaitu Pro dan Max. Untuk pasar Jakarta, harga OTR-nya dipatok di bawah Rp 250 juta, menjadikannya salah satu opsi paling terjangkau di kelasnya.

  • EX2 Pro: Varian termurah, menyasar konsumen yang ingin beralih ke EV tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
  • EX2 Max: Varian tertinggi dengan tambahan fitur dan kelengkapan yang lebih banyak.

Selama GIIAS 2026, Geely juga menyiapkan program pembelian khusus. Sayangnya, detail simulasi kredit atau bonus yang ditawarkan belum diumumkan secara gamblang, jadi kami sarankan untuk mengecek langsung ke diler resmi jika program tersebut masih berlaku setelah pameran.

Spesifikasi: Fitur Kelas Atas di Mobil Compact

Yang menarik dari EX2 justru terletak pada fiturnya. Geely berani menyematkan layar infotainment 14,6 inci dan panel instrumen digital 8,8 inci di mobil sekelas ini. Sistem operasinya memakai Flyme Auto, yang dikenal responsif di produk Geely lainnya.

Dari sisi penggerak, EX2 memakai platform RWD (Rear-Wheel Drive). Ini karakter yang berbeda dari kebanyakan mobil listrik murah yang umumnya FWD. Ditambah lagi adanya kamera 540 derajat dan fitur V2L (Vehicle-to-Load) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik untuk perangkat luar.

Ada juga frunk berkapasitas 70 liter di bagian depan, cukup untuk menyimpan kabel charging atau tas kecil. Kombinasi ini membuat EX2 terasa lebih premium dari harga yang ditawarkan, setidaknya di atas kertas.

Perbandingan: Geely EX2 vs Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 1

Ketiganya bermain di rentang harga yang sama, tapi punya pendekatan berbeda. BYD Atto 1 sudah lebih dulu dikenal dengan reputasi baterai Blade-nya dan ruang kabin yang lega. Jaecoo J5 EV hadir dengan desain lebih gagah ala SUV. Sementara Geely EX2 menawarkan kombinasi fitur teknologi yang paling lengkap di antara ketiganya.

Jika Anda prioritas pada fitur dan konektivitas, EX2 adalah pilihan paling menarik. Namun, jika Anda mencari ruang kabin dan reputasi merek yang sudah terbukti di pasar global, BYD Atto 1 masih menjadi acuan.

Kekurangan yang Perlu Diperhatikan

Kami belum bisa melakukan uji mengemudi untuk menilai kualitas berkendara dan efisiensi baterai secara real-world. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati dari spesifikasi yang ada:

  • Harga vs Merek: Sebagai pendatang baru, nilai jual kembali Geely di Indonesia masih belum teruji. Ini risiko yang harus ditanggung dibandingkan membeli BYD yang jaringan servisnya lebih luas.
  • Dimensi Compact: EX2 dirancang untuk mobilitas perkotaan. Jika Anda sering membawa banyak penumpang atau barang bawaan besar, ruang kabinnya mungkin terasa sempit dibandingkan Atto 1 yang berstatus SUV.
  • Belum Ada Uji Independen: Klaim jarak tempuh dan performa masih berdasarkan data pabrikan. Kami menyarankan menunggu hasil review dari media otomotif lokal sebelum melakukan pembelian.

Verdict: Untuk Siapa Mobil Ini?

Geely EX2 jelas menyasar konsumen muda perkotaan yang menginginkan mobil listrik dengan tampilan modern dan teknologi terkini tanpa harus membayar mahal. Fitur seperti V2L dan kamera 540 derajat jarang ditemukan di harga ini.

Tapi, jika Anda tipe pembeli yang mempertimbangkan aspek purna jual dan nilai jual kembali, sebaiknya tunggu hasil uji jangka panjang dari EX2. Pilihan antara EX2, Atto 1, atau J5 EV pada akhirnya kembali ke prioritas Anda: fitur terlengkap, atau merek yang lebih mapan.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: moladin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top