BANDUNG — Libur panjang sekolah ternyata ikut menggerus laju inflasi di Jawa Barat. BPS mencatat permintaan bahan pangan dari dapur MBG turun drastis, mendorong harga komoditas pokok di pasar mengalami koreksi sepanjang Juli 2026.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa dinamika ini berdampak langsung pada harga daging ayam ras dan telur ayam ras. Kedua komoditas tersebut merupakan menu utama yang banyak dipesan untuk konsumsi pelajar.
"Penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga terjadi akibat berkurangnya permintaan selama masa libur sekolah karena program MBG tidak berjalan," ujar Ari dalam Rilis Berita Statistik, Senin (3/8/2026).
Panen Raya Bandung dan Garut Banjiri Pasar dengan Cabai dan Bawang
Selain faktor libur sekolah, melimpahnya pasokan hortikultura juga menekan angka deflasi. BPS mencatat panen raya di Kabupaten Bandung dan Garut meningkatkan pasokan bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit secara signifikan.
Kondisi ini membuat harga ketiga komoditas tersebut turun di tingkat pedagang. Bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,09 persen, disusul cabai merah 0,07 persen, dan cabai rawit 0,05 persen.
Inflasi Tahunan Jawa Barat Masih di Bawah Target Nasional
Kendati mengalami deflasi bulanan, laju inflasi Jawa Barat secara tahunan masih terkendali. BPS mencatat inflasi year-on-year mencapai 2,72 persen, sementara inflasi year-to-date berada di angka 1,64 persen.
Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap stabil meski ada gejolak harga pangan di tingkat produsen. Berkurangnya aktivitas dapur MBG disebut hanya berdampak sementara pada permintaan komoditas tertentu.
Ke depan, permintaan dari program MBG diprediksi kembali normal seiring dimulainya tahun ajaran baru. Hal ini akan menjadi faktor penyeimbang harga di pasar tradisional Jawa Barat.