JAWA BARAT — Kenaikan pangsa pasar ini terjadi di tengah pertumbuhan segmen premium yang mencapai 29% secara tahunan. Menariknya, kondisi ini justru dipicu oleh naiknya harga komponen seperti memori, yang membuat selisih harga antara ponsel kelas menengah dan flagship semakin tipis. Analis Senior Counterpoint Research, Harshit Rastogi, mencatat bahwa tren ini mendorong konsumen untuk langsung memilih ponsel flagship sebagai upgrade jangka panjang.
Apple mencatatkan kenaikan pangsa pasar 2% menjadi 65% pada semester pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Posisi ini masih sangat jauh dari pesaing terdekatnya, Samsung, yang hanya menguasai 19% pasar premium global.
Namun, bila ditarik lebih panjang, dominasi Apple sebenarnya sudah menurun drastis. Pada paruh pertama 2022, Apple sempat menguasai 74% pasar premium. Artinya, dalam empat tahun terakhir, ada pergeseran signifikan yang mulai menguntungkan pemain lain.
Di balik persaingan ketat di China, Oppo dan Vivo mencatatkan pertumbuhan impresif masing-masing 69% dan 20%. Huawei, Xiaomi, dan vendor lokal lainnya juga terus memperkuat lini flagship mereka dengan harga yang lebih agresif dibandingkan iPhone atau Galaxy S series.
Persaingan ini menjadi catatan penting bagi pasar Indonesia. Konsumen lokal kini punya lebih banyak opsi flagship dengan harga di bawah Rp 15 juta yang menawarkan spesifikasi kamera dan performa yang tidak kalah dengan kompetitor global.
Kenaikan biaya memori dan komponen berdampak lebih besar pada ponsel kelas menengah ke bawah. Vendor terpaksa menaikkan harga jual, sementara ponsel flagship memiliki margin lebih besar sehingga bisa menyerap kenaikan biaya produksi tanpa mengubah harga jual secara signifikan.
Akibatnya, jarak harga antara HP kelas menengah atas dan flagship lawas atau yang sedang didiskon semakin sempit. Counterpoint mencatat, banyak vendor mulai mengandalkan program tukar tambah, skema pembiayaan, dan buyback untuk menjaga harga flagship tetap terjangkau di mata konsumen.
Meski angka 65% terdengar dominan, tren penurunan dari 74% sejak 2022 menunjukkan bahwa loyalitas merek di segmen premium mulai diuji. Konsumen kini lebih rasional dan membandingkan nilai jual kembali, kualitas kamera, serta ekosistem sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.
Bagi pembeli di Indonesia, data ini bisa menjadi bahan pertimbangan: apakah tetap memilih iPhone 17 series dengan ekosistemnya yang matang, atau beralih ke flagship Samsung Galaxy S series yang menawarkan fitur AI dan kamera zoom lebih fleksibel, atau mencoba flagship China dengan spesifikasi paling agresif di kelas harganya.
Keputusan terbaik tetap bergantung pada prioritas masing-masing. Namun satu hal yang pasti, persaingan di segmen premium kini lebih sehat dan menguntungkan konsumen dibandingkan beberapa tahun lalu.