BANDUNG — Rangkaian Muktamar ke-35 NU di Jawa Timur tahun depan akan diisi agenda tambahan berupa Halaqoh Pendidikan Tinggi NU yang digagas Forum Silaturahmi Alumni PCI NU Internasional. Ketua Panitia KH Abdul Latif Malik menyebut forum ini dirancang untuk menghadirkan suara aktivis NU yang pernah menempuh studi di luar negeri.
Gus Latif, sapaan akrabnya yang juga menjabat Katib Syuriah PBNU, menegaskan pertemuan ini bukan sekadar ajang reuni. "Pertemuan dan halaqoh ini bukan hanya sekadar untuk kangen-kangenan saat studi di luar negeri dulu, namun juga merupakan salah satu sumbangsih aktivis NU," ujarnya di Bandung, Rabu.
Panitia menjadwalkan sejumlah pembicara dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, hingga lembaga pengawas. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf Hasyim serta Mendikti Saintek Brian Yuliarto masuk dalam daftar narasumber yang akan hadir.
Selain itu, Kepala BPJH Haikal Hassan Baras, Rektor UI Heri Hermansyah, dan Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian dijadwalkan memberikan paparan. Anggota VI BPK Fathan Subchi serta Penasihat Menteri Wakaf Suriah Mu'taz As Subayni Ad Dimasqi juga turut diundang dalam forum tersebut.
Salah satu agenda inti halaqoh adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Konsorsium Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dan Universitas Indonesia. Kesepakatan ini menyasar pengembangan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan NU.
Gus Latif yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Bahrul Ulum, Tambakberas, menjelaskan bahwa sebagian besar narasumber yang dihadirkan memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan. "Sebagian besar adalah yang memiliki suara di dalam muktamar nanti," katanya.
PCI NU saat ini tersebar di sekitar 33 negara. Keberadaan jaringan diaspora ini menjadi modal utama untuk membahas peningkatan mutu pendidikan tinggi NU sekaligus pengembangan ekosistem industri halal nasional.
Halaqoh ini dijadwalkan berlangsung di lingkungan Ponpes Tambakberas, Jombang, yang menjadi pusat perhelatan Muktamar ke-35 NU. Seluruh rangkaian acara berlangsung selama lima hari, dari 27 hingga 31 Agustus 2026.