JAWA BARAT — Sanfic-Morbido Lab, bagian dari seksi industri Sanfic Industria, kembali membuka pendaftaran untuk enam proyek film genre dari seluruh Amerika Latin. Tujuh tahun sejak pertama kali digagas, lab yang dulu dianggap eksperimen ini kini menjadi salah satu wadah paling konsisten bagi sineas genre di kawasan tersebut.
Kolaborasi terbaru dengan Sitges Film Festival melalui WomanInFan Southern Cone menjadi perluasan dari program WomanInFan yang sudah ada di Eropa. Pendekatannya jelas: menghubungkan sutradara perempuan dari Amerika Selatan dengan pasar dan mitra internasional yang bisa membawa karya mereka lebih jauh.
Program ini merupakan perpanjangan dari WomanInFan LatAm yang diluncurkan di Costa Rica Media Market pada Juli lalu. Khusus untuk Southern Cone, open call pertama dibuka untuk proyek yang disutradarai perempuan dari Chile, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.
Peserta terpilih akan mengikuti rangkaian mentoring yang berpuncak pada presentasi final di depan profesional industri selama Sanfic berlangsung. Mónica García Massagué, pencetus WomanInFan di Sitges, terlibat langsung dalam pengembangan program ini.
Sanfic tahun ini juga memperkenalkan Fantastic WIP, seksi khusus untuk film yang sudah masuk produksi dan pasca-produksi tetapi belum mendapat dukungan untuk menyelesaikan perjalanannya. Sineas di balik film-film ini akan mempresentasikan karya mereka di depan agen penjualan internasional, distributor, programmer festival, dan profesional industri untuk mendapatkan masukan serta potensi distribusi.
Struktur program ini dirancang untuk menutup celah yang selama ini ada di ekosistem film genre kawasan.
Enam proyek yang lolos seleksi akan mendapat pengembangan intensif dengan pendampingan langsung dari Pablo Guisa Koestinger, CEO Grupo Mórbido yang juga menjabat Executive Director Fantastic Pavilion di Marché du Film, Cannes Film Festival.
Sejumlah penghargaan tersedia, termasuk Premio Mórbido yang menawarkan pembiayaan bersama hingga 20 persen dari total anggaran produksi. Ada juga Premio Fantastic Pavilion yang menjamin partisipasi proyek di Fantastic Pavilion Cannes.
"Tujuh tahun Sanfic-Morbido Lab bukan sekadar angka—ini bukti konsep. Bakatnya selalu ada. Yang belum ada adalah jalurnya. Kami membangunnya, dan sekarang jalur itu berfungsi," ujar Guisa.
"WomanInFan Latam mengakui apa yang sudah kami tahu: perempuan yang membuat film genre di kawasan kami adalah salah satu suara paling kuat. Dan Fantastic WIP menutup siklusnya—karena membuat film hebat hanya setengah pekerjaan. Menyelesaikannya, mengeluarkannya, membawanya ke dunia—itu separuh lainnya. Semua yang kami bangun di sini punya satu tujuan: Fantastic Pavilion, dan dari sana, dunia."
Gabriela Sandoval, direktur Sanfic Industria, menambahkan bahwa inisiatif baru ini memperluas komitmen mereka terhadap sinema genre yang telah berjalan tujuh edisi melalui Sanfic-Morbido Lab. Ia menyebut Sitges dan Grupo Mórbido sebagai dua kekuatan utama sinema genre dunia yang diharapkan bisa memperkuat suara perempuan dari kawasan ini di panggung internasional.
Sanfic sendiri tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 2-6 November. Bagi sineas Indonesia yang mengikuti perkembangan film genre Asia dan Amerika Latin, hasil seleksi dan proyek yang muncul dari program ini bisa menjadi indikator tren produksi kawasan yang patut dipantau.