SUMEDANG — PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) merayakan dua dekade perjalanan bisnisnya dengan menggelar Partnership Gathering bersama mitra strategisnya, Bel S.A. (Bel). Momen yang berlangsung di fasilitas produksi anyar MBR di Sumedang ini menjadi ajang penegasan komitmen kolaborasi jangka panjang di industri keju nasional.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Cécile Béliot, CEO Bel Group. Kehadiran orang nomor satu di perusahaan keju asal Prancis itu dinilai sebagai sinyal kuat bagi masa depan operasional MBR di Indonesia.
Kemitraan yang Menyatukan Keahlian Tiga Entitas
Dalam sambutannya, Cécile Béliot menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar hubungan bisnis antar pemegang saham. Ia menyebut kemitraan ini layaknya sebuah keluarga besar yang saling melengkapi.
"Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai pemegang saham dan mitra bisnis, melainkan sebagai satu keluarga besar yang merayakan hari jadi MBR yang ke-20," ujar Cécile Béliot.
Ia menambahkan, kekuatan yang saling melengkapi itu mencakup keahlian Garudafood di bidang makanan ringan dan jaringan distribusi nasional yang luas. Selain itu, kepemimpinan MBR di pasar keju dan food service Indonesia, serta keunggulan merek global Bel yang telah teruji lebih dari satu abad, menjadi modal utama kolaborasi ini.
Hadirkan Perwakilan Kedutaan Besar Prancis dan Pemprov Jabar
Perayaan HUT ke-20 MBR ini juga dihadiri oleh Drs. Kemal Idris, MPSSp, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat. Kehadirannya menandakan dukungan pemerintah daerah terhadap iklim investasi di sektor industri pengolahan susu.
Perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia turut hadir dalam acara tersebut. Dari internal perusahaan, tampak jajaran manajemen Bel, Garudafood, MBR, serta perwakilan SNS selaku distributor Prochiz.
Hardianto Atmadja selaku Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR, serta Dede Patmawidjaja selaku Direktur Utama MBR, tampak hadir langsung menyambut para mitra.
Indonesia Dinilai Pasar Strategis bagi Pertumbuhan Bel di Asia
Kunjungan Cécile Béliot ke Sumedang bukan tanpa alasan. Indonesia disebut memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis Bel di kawasan Asia.
Dengan kehadiran yang telah kuat di sejumlah pasar utama Asia, Bel melihat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan. Fasilitas produksi baru di Sumedang diharapkan menjadi tulang punggung untuk melayani permintaan pasar domestik yang terus meningkat.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Garudafood, MBR, dan Bel untuk terus mengembangkan industri keju di Indonesia, tidak hanya sebagai produsen tetapi juga sebagai pemain utama di sektor food service.