BANDUNG — Sebanyak 87 anak dari keluarga prasejahtera menjalani khitanan massal dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Sentra Wyata Guna Bandung, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 22 Juli itu juga diisi lomba menyanyi, baca puisi, cerdas cermat, mewarnai, parenting class, bazar UMKM, hingga pentas seni.
Sentra Wyata Guna bekerja sama dengan Bank Mandiri dan BSI menghadirkan layanan kesehatan bagi anak dan orang tua, termasuk pemeriksaan anemia. Ratusan peserta berasal dari PAUD, SD, dan SMP di Kecamatan Cicendo, SLBN A Bandung, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung, dan SRMP 11 Kabupaten Bandung Barat.
Atalia: Kehangatan Keluarga Tak Boleh Tergantikan Gadget
Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. Atalia Praratya mengapresiasi inovasi Sentra Wyata Guna yang menghadirkan ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan bergembira. Ia juga meninjau panen perdana melon varietas Kinanti dari kawasan urban farming yang dikembangkan sentra tersebut.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk tumbuh dan mengembangkan potensi. Di sini mereka bisa mengikuti lomba, tampil di pentas seni, hingga memperoleh layanan sosial. Ini langkah yang sangat baik,” ujar Atalia.
Menurutnya, pemanfaatan lahan menjadi kawasan pertanian edukatif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, agar lebih dekat dengan alam dan belajar hidup mandiri.
Mengapa Parenting Class Jadi Sorotan di Hari Anak?
Di sisi lain, Atalia mengingatkan besarnya tantangan pengasuhan anak di era digital. Ia mendorong orang tua untuk tidak membiarkan gawai menggantikan kehangatan keluarga. “Saya berharap orang tua kembali membiasakan mendongeng kepada anak-anak, karena dari cerita sederhana bisa ditanamkan nilai-nilai kehidupan, keberanian, dan perlindungan diri,” katanya.
Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Feri Afrianto, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum menghadirkan kebahagiaan sekaligus pelayanan bagi anak-anak kurang mampu. Selain khitanan massal, pihaknya menggelar parenting class untuk membekali orang tua mengenai pola asuh, termasuk menyikapi penggunaan gadget dan menghadapi temper tantrum pada anak.
“Kami ingin membuka ruang bagi anak-anak untuk bergembira, berprestasi, dan bertemu teman-teman baru. Orang tua juga kami bekali agar mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih baik,” ujar Feri.
Paket Bantuan dan Rencana Agenda Tahunan
Seluruh peserta khitanan menerima paket bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa perlengkapan sekolah, pakaian, dan nutrisi senilai Rp831 ribu. Mereka juga memperoleh tumpeng keluarga, kue tart, serta uang kadeudeh Rp100 ribu. Apresiasi serupa diberikan kepada peserta lomba.
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan perdana ini sangat tinggi. Banyak sekolah, PAUD, hingga panti asuhan yang ingin berpartisipasi. Feri menyatakan Sentra Wyata Guna berencana menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai agenda rutin tahunan dengan cakupan peserta lebih luas.
Kegiatan juga dimeriahkan pentas seni tari tradisional, angklung, hiburan badut, bazar yang diikuti 18 pelaku UMKM, serta layanan percetakan huruf Braille. Acara turut dihadiri Vice President Bank Mandiri Nopi Sukarsono, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Edi Suparjoto, serta perwakilan Lanud Husein dan Koramil setempat.