BANDUNG — Suasana berbeda terasa di LPKA Kelas II Bandung saat puluhan kader Wanoja PDI Perjuangan Jawa Barat memenuhi area lembaga tersebut. Mereka hadir bukan untuk agenda seremonial biasa, melainkan untuk berbagi perhatian langsung dengan anak-anak binaan di momen Hari Anak Nasional 2026.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, menegaskan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk menghapus stigma terhadap anak binaan. "Mereka tetap merupakan bagian dari anak bangsa yang berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang," ujarnya di sela kegiatan, Kamis (23/7/2026).
Apa yang Dibagikan ke Anak Binaan?
Dalam kegiatan bertajuk "Berbagi Kasih" tersebut, para kader memberikan bantuan berupa paket kebutuhan dasar dan alat tulis kepada puluhan anak binaan. Interaksi langsung antara kader dan anak-anak berlangsung hangat, diiringi sesi bermain dan dialog singkat yang mencairkan suasana.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat serta sejumlah anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan. Kehadiran para wakil rakyat itu dinilai memberi pesan bahwa negara tidak melupakan hak-hak anak yang tengah menjalani masa pembinaan.
Mengapa LPKA Jadi Sasaran Kegiatan?
Pemilihan LPKA sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Bintang, anak-anak binaan kerap menjadi kelompok yang terpinggirkan dalam peringatan Hari Anak yang cenderung berfokus pada anak-anak di sekolah atau panti asuhan. "Padahal, hak mereka untuk mendapatkan kasih sayang dan pendidikan sama besarnya dengan anak-anak lainnya," tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan di LPKA tidak hanya soal hukuman, tetapi juga pemulihan psikologis dan sosial. Kehadiran tokoh publik dan kader partai diharapkan bisa memberi semangat baru bagi anak-anak untuk memandang masa depan dengan lebih optimistis.
Respons Anak Binaan dan Harapan ke Depan
Sejumlah anak binaan tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa di antaranya mengaku jarang mendapat kunjungan dari pihak luar selain keluarga dan petugas. "Senang ada ibu-ibu yang datang, jadi tidak merasa sendiri," ujar salah seorang anak binaan yang enggan disebutkan namanya.
Wanoja PDI Perjuangan Jabar berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya saat Hari Anak Nasional. Mereka juga mendorong agar perhatian terhadap pemenuhan hak anak di LPKA terus diperkuat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun pendampingan psikososial.