Pencarian

Dompet Dhuafa Jabar Luncurkan Program Pembinaan Mualaf di Kuningan, Bukan Hanya Sampai Syahadat

Jumat, 31 Juli 2026 • 18:55:31 WIB
Dompet Dhuafa Jabar Luncurkan Program Pembinaan Mualaf di Kuningan, Bukan Hanya Sampai Syahadat
Dompet Dhuafa Jabar meluncurkan program pembinaan mualaf PEMULIA di Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (29/7/2026).

KUNINGAN — Dompet Dhuafa Jawa Barat tidak ingin pembinaan mualaf berhenti pada proses pengucapan syahadat. Lewat program PEMULIA yang diluncurkan di Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (29/7/2026), para mualaf di kabupaten tersebut akan mendapat pendampingan jangka panjang agar mampu berdiri mandiri secara ekonomi dan kokoh dalam akidah.

Program ini merupakan kolaborasi antara Dompet Dhuafa Jabar, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) ID Humanity, dan Yayasan Mualaf Ikhlas Madani Indonesia (Mukmin). Ketiganya akan bersinergi memberikan pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar para mualaf.

Tekanan Psikologis dan Ekonomi Jadi Tantangan Terbesar Mualaf

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyebut program ini hadir di saat yang tepat. Menurutnya, banyak mualaf yang menghadapi persoalan pelik setelah memutuskan berpindah keyakinan.

“Selama ini para mualaf sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan psikologis, sosial, pemahaman agama, hingga persoalan ekonomi,” ujar Dian dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran program ini menjadi bukti nyata bahwa para mualaf tidak berjalan sendirian. Pihaknya juga berharap program PEMULIA bisa terintegrasi dengan program Pemerintah Kabupaten Kuningan agar dampaknya lebih luas dan terarah.

Bantuan Langsung Disalurikan di Hari Peluncuran

Pada momen peresmian, Dompet Dhuafa Jabar langsung menyalurkan bantuan konkret kepada para mualaf. Bantuan tersebut berupa beasiswa pendidikan, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan Al-Qur’an.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, Yogi Achmad Fajar, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya untuk hadir mendampingi mualaf dalam menjalani kehidupan baru.

“Para mualaf tidak akan berjalan sendiri, tetapi akan terus dibersamai dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim,” ungkap Yogi.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Pembinaan yang Lebih Terstruktur

Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah ID Humanity Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. Ada pola sinergi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dalam proses pembinaan.

“Program ini hadir sebagai upaya merawat akidah para mualaf, bukan hanya pada saat mereka mengucapkan syahadat, tetapi juga melalui pembinaan, pengajaran, hingga mendorong kemandirian mereka,” jelasnya.

Shonhaji menambahkan, kolaborasi antara lembaga filantropi, pemerintah daerah, dan yayasan pembinaan mualaf di Kuningan menjadi fondasi penting. Target jangka panjangnya adalah menciptakan ekosistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga para mualaf tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan istiqamah.

Dengan adanya program ini, Dompet Dhuafa Jabar berharap kualitas hidup para mualaf di Kuningan meningkat, tidak hanya dari sisi spiritual tetapi juga kesejahteraan ekonominya.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor-kita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks