BANDUNG — Isak tangis dan rasa bangga menyelimuti penganugerahan gelar kehormatan bagi almarhum Rahyang Mandalajati Evi Silviadi. KONI Jawa Barat menobatkannya sebagai Pahlawan Olahraga Jabar, sebuah pengakuan atas perjuangan panjangnya membina cabang olahraga Muaythai di tanah Pasundan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga dan diserahkan oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat Prof. Dr. Muhammad Budiana di sela-sela Rakerprov KONI Jabar 2026, Minggu (30/8) malam.
Dedikasi Tanpa Henti untuk Muaythai Jabar
KONI Jabar menilai penghargaan ini wajar diberikan. Sejak 2015, pembinaan yang dilakukan almarhum membawa Muaythai Jabar bertengger di puncak kejayaan. Deretan gelar bergengsi berhasil diraih, mulai dari Kejurnas, Piala KASAD, Kapolri, Wapres, Presiden, hingga kejuaraan Asia dan level internasional.
"Abu... Hari ini, namamu kembali disebut dengan penuh kehormatan. Bukan lagi untuk menerima piala, tetapi untuk dikenang sebagai Pahlawan Olahraga Jawa Barat," ujar Novianti Maulani Silviadi, istri almarhum, kepada RRI di Subang, Senin (31/8).
Novianti menuturkan bahwa perjuangan dan pengabdian almarhum tidak berhenti meski telah berpindah tugas. Jejak pengabdiannya tetap hidup dan tercatat sebagai sejarah bagi olahraga Jabar.
Jasa Besar: Muaythai Kini Resmi Dipertandingkan di PON
Salah satu warisan terbesar almarhum adalah dorongannya agar Muaythai masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional (PON). Saat Jabar menjadi tuan rumah, Muaythai dipertandingkan sebagai cabang eksibisi dan Jabar keluar sebagai juara umum.
Perjuangan tersebut berbuah manis. Pada PON Papua, Muaythai resmi dipertandingkan dan kontingen Jabar menyabet 2 medali emas dan 3 perak. Raihan itu meningkat tajam di PON Aceh-Sumut, dengan tambahan 5 emas, 1 perak, dan 6 perunggu.
"Pembinaan yang begitu tertata dan terstruktur, sehingga membawa Muaythai Jawa Barat menjadi barometer Muaythai di tanah air," terang Novianti.
Warisan Terakhir di Penghujung Hidup
Hingga akhir hayatnya, almarhum tetap menorehkan prestasi. Ia sukses membawa Muaythai Jabar meraih 2 gelar juara umum pada kategori School dan Youth di Kejurnas Indonesia Muaythai Championship, 4-9 Agustus 2026. Tak hanya itu, ia juga menjadi inisiator kelas Muay Aerobik yang kini resmi dipertandingkan di PON dan diapresiasi Kemenpora.
"Ada haru yang sulit dijelaskan, ada rindu yang tak pernah selesai, namun di balik semuanya, tersimpan rasa bangga yang begitu besar. Selamat jalan Pejuang," pungkas Novianti dengan mata berkaca-kaca.